October 2020

Beberapa dasar pertimbangan yang diperlukan untuk memilih teknologi dan media pembelajaran di kelas Bapak dan Ibu guru, terutama dalam konteks pembelajaran jarak jauh seperti saat ini, diantaranya adalah; tujuan belajar, dan pengalaman belajar siswa. Pertimbangan apa lagi yang menjadi dasar pemilihan teknologi dan media pembelajaran? Silahkan membaca infografik berikut ini.


Integrasi teknologi dalam pembelajaran juga diharapkan dapat mengubah pola pembelajaran, yaitu:

  1. Pola pembelajaran siswa pasif menjadi pola pembelajaran siswa aktif 
  2. Pola pembelajaran satu arah menjadi pola pembelajaran yang interaktif
  3. Pola pembelajaran terisolasi – tekstual menjadi pola pembelajaran jejaring – kontekstual
  4. Pola pembelajaran tanpa melibatkan orangtua menjadi pola pembelajaran dengan melibatkan orangtua.

Sekarang mari kita lihat bersama bagaimana memilih teknologi pembelajaran dengan mempertimbangkan faktor-faktor yang sudah kita diskusikan. Silahkan pelajari Infografis Alur Memilih Teknologi untuk Pembelajaran Jarak Jauh. 


Sumber belajar adalah berbagai atau semua sumber, baik berupa data, orang dan wujud tertentu yang dapat digunakan siswa dalam belajar, baik secara terpisah maupun terkombinasi sehingga mempermudah siswa dalam mencapai tujuan belajar. 

Sumber belajar dapat memberikan informasi yang diperlukan murid dalam proses pembelajaran, serta memberikan kesempatan belajar seketika, dimana siswa dapat menerima informasi langsung. Selain itu sumber belajar juga dapat mengurangi kesenjangan antara informasi yang bersifat verbal dan abstrak dengan informasi yang konkrit dan sesuai realitas.

Sumber-sumber belajar dapat berupa:

  1. Pesan. Misalnya informasi, cerita rakyat, dongeng, hikayat, dan sebagainya 
  2. Orang. Misalnya guru, instruktur, siswa, ahli, narasumber, tokoh masyarakat, pimpinan lembaga, tokoh karier dan sebagainya
  3. Bahan: buku, transparansi, film, slides, gambar, grafik yang dirancang untuk pembelajaran, relief, candi, arca, komik, dan sebagainya
  4. Alat/ perlengkapan: perangkat keras, komputer, radio, televisi, VCD/DVD, kamera, papan tulis, generator, mesin, mobil, motor, alat listrik, obeng dan sebagainya
  5. Pendekatan/ metode/ teknik, seperti diskusi, seminar, pemecahan masalah, simulasi, permainan, sarasehan, percakapan biasa, diskusi, debat, talkshow dan sejenisnya
  6. Lingkungan berupa; ruang kelas, studio, perpustakaan, aula, teman, kebun atau pasar

Lalu bagaimana Anda mengelola Sumber belajar?



Media merupakan bagian yang tidak terpisahkan dalam teknologi pembelajaran. Dalam menerapkan teknologi pembelajaran guru harus menggunakan media agar dapat menyampaikan pesan berupa konsep atau konten pembelajaran sehingga siswa dapat dengan menerimanya dengan baik. Teknologi pembelajaran tidak akan bisa mencapai tujuan pembelajaran dengan baik tanpa adanya media yang dipilih dan digunakan. 

Mari kita sama-sama mempelajari penjelasan mengenai media pembelajaran berikut ini:




Kerucut pengalaman Dale akan membantu Bapak dan Ibu guru untuk mempertimbangkan pengalaman belajar seperti apa yang diharapkan dan memilih media yang sesuai berupa media audio, visual, audio visual, atau multimedia.

Cara pandang lama yang beranggapan bahwa kombinasi pengetahuan pedagogi (P) dan pengetahuan konten (K) saja cukup dimiliki guru, sedikit demi sedikit mulai berubah. Pada tahun 1980-an dunia pendidikan mulai mengalami perubahan besar, dimana teknologi mulai menjadi bagian yang terdepan dalam pendidikan. Hal ini terjadi terutama terjadi karena berkembangnya inovasi teknologi digital yang menggabungkan perangkat keras dan lunak seperti komputer, game dan internet, serta aplikasi yang mendukungnya. Perkembangan teknologi ini kemudian dimanfaatkan dalam pembelajaran. Ini terlihat dengan munculnya berbagai game pendidikan.

Perubahan pendidikan yang dinamis mulai beralih pada integrasi pengetahuan pedagogi (P), pengetahuan konten (K), dan pengetahuan teknologi (T), yang mulai diterapkan dalam pembelajaran. Pengetahuan  pedagogi merupakan pengetahuan mengenai proses dan praktik atau metode belajar-mengajar. Pengetahuan konten adalah pengetahuan mengenai mata pelajaran yang akan dipelajari. Sementara, pengetahuan teknologi adalah pengetahuan mengenai standar teknologi mulai dari buku, kapur dan papan tulis, atau teknologi yang lebih canggih seperti internet dan video digital.

Integrasi pengetahuan pedagogi (P), pengetahuan konten (K), dan pengetahuan teknologi (T) menciptakan pengetahuan Konten Pedagogis Teknologi (KPT). Pengetahuan ini:

  1. Merupakan dasar pembelajaran menggunakan teknologi. 
  2. Memberikan pemahaman untuk menampilkan konsep menggunakan teknologi.
  3. Memberikan pemahaman mengenai bagaimana teknologi melibatkan cara-cara pedagogis yang konstruktif untuk mengajarkan konten. 

Silakan pelajari ilustrasi berikut ini:


Jadi sesuai pula dengan pemaparan AECT: Association for Educational Communications and Technology (2004), mengintegrasikan teknologi dalam pendidikan merupakan upaya memfasilitasi pembelajaran dan meningkatkan kinerja dengan cara menciptakan, menggunakan/memanfaatkan, dan mengelola proses dan sumber-sumber teknologi yang tepat. Jelas, tujuan utamanya masih tetap untuk memfasilitasi pembelajaran (agar efektif, efisien dan menarik) serta meningkatkan kinerja.

Untuk dapat mengintegrasikan teknologi dalam pembelajaran secara maksimal, Anda perlu mempertimbangkan beberapa hal, terutama mengenai pengalaman belajar yang dialami siswa. 

Sebelumnya melangkah lebih lanjut, mari kita pelajari piramida pengalaman belajar oleh Edgar Dale berikut ini.

Menurut penelitian Dale, metode yang paling tidak efektif berada di bagian teratas piramida dan metode yang paling efektif berada di bagian paling bawah. Pengalaman belajar diberikan dengan tujuan mewakili kenyataan atau hal-hal yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari yang nyata. Semakin jauh Anda bergerak ke bawah piramida, semakin besar pengalaman pembelajarannya dan semakin banyak informasi yang mungkin disimpan siswa. 

Hal ini juga menunjukan bahwa ketika memilih metode pembelajaran, penting untuk Bapak dan Ibu guru ingat bahwa pelibatan siswa dalam proses memperkuat retensi pengetahuan yang didapatkannya. Dengan melihat piramida  pengalaman  belajar Dale diatas, maka Bapak dan Ibu guru dapat menghubungkan keterkaitan antara tujuan pembelajaran, pengalaman belajar dengan pilihan metode pembelajaran, serta penggunaan teknologi dan media pembelajaran, serta berbagai sumber belajar. 

Kemampuan dan kompetensi siswa dalam menguasai suatu materi berbeda-beda. Setiap siswa memiliki keunikan yang menjadi identitas pada dirinya. Ada siswa tertentu yang cepat menguasai suatu topik pembelajaran, tapi belum tentu menguasai pada topik yang lain. Maka dari itu, asesmen diagnosis berkala diperlukan guna memetakan kemampuan semua siswa di kelas secara cepat. Dalam hal ini, asesmen diagnosis berkala dapat digunakan untuk mengetahui siapa saja yang sudah paham, siapa saja yang agak paham, dan siapa saja yang belum paham. Dengan demikian, kita dapat menyesuaikan materi pembelajaran dengan kemampuan siswa. Terutama pada kondisi pembelajaran jarak jauh saat ini, penting bagi guru untuk melakukan asesmen diagnosis berkala agar kebutuhan belajar murid dapat terpenuhi walaupun dilakukan secara jarak jauh. 

Bagaimana merancang asesmen diagnosis berkala? Asesmen diagnosis berkala dapat dirancang melalui tiga tahapan, yaitu:

  1. Persiapan
  2. Pelaksanaan
  3. Tindak lanjut 
Bagaimana penjelasan setiap tahapannya? Mari kita pelajari infografis berikut dan mencermati setiap tahapan yang dipaparkan. Selanjutnya kita dapat memulai untuk merancang asesmen diagnosis berkala sesuai dengan kebutuhan dan kondisi siswa.






Dengan terbiasanya siswa menjalani proses asesmen formatif sebagai asesmen diagnostik berkala, siswa akan lebih fokus dan mempunyai rasa memiliki terhadap proses belajarnya sendiri, terbiasa melihat kualitas pekerjaan melalui umpan balik, dan memperbaiki kekurangan dirinya. Siswa tidak akan lagi berfokus pada capaian nilai saja, yang cenderung mendorong mereka menggunakan berbagai cara, bahkan cara yang kurang jujur.  

Berdasarkan tujuan dan prinsip asesmen formatif dapat diketahui bahwa asesmen formatif merupakan penilaian yang berorientasi pada proses pembelajaran agar siswa memperoleh umpan balik dari guru untuk memperbaiki capaian belajarnya. Umpan balik dan tindak lanjut dalam asesmen formatif diperlukan agar siswa memaknai pengalaman belajar yang telah dilakukan, tidak hanya hasil yang telah dicapai. 

Orientasi pada proses sebagai salah satu prinsip asesmen formatif pada pelaksanaannya dilakukan secara berkala dan berkelanjutan. Tidak hanya dilihat dari hasil akhir saja, tetapi guru memantau perkembangan proses belajar siswa, memberi umpan balik dan tindak lanjut dari hasil yang diperoleh. Selain melaksanakan asesmen diagnosis awal, guru juga perlu melakukan asesmen diagnosis secara berkala. Terlebih pada pembelajaran jarak jauh, asesmen diagnosis berkala dapat digunakan untuk memetakan kemampuan belajar siswa. 

Jika dikaitkan dengan tujuan dan prinsip asesmen formatif, asesmen diagnosis berkala dapat pula dikatakan sebagai asesmen formatif. Berikut terdapat infografis tujuan dan prinsip asesmen diagnosis berkala. Anda dapat membandingkan dengan tujuan dan prinsip asesmen formatif untuk mencari keterkaitan antar keduanya. 





Asesmen pembelajaran mencakup asesmen terhadap, untuk dan sebagai pembelajaran.Bagaimana penerapan ketiga asesmen tersebut dalam pembelajaran jarak jauh? 

Asesmen terhadap proses belajar atau asesmen sumatif bertujuan menentukan tingkat pencapaian hasil belajar siswa yang dilakukan di akhir materi pembelajaran. Di sisi lain, asesmen untuk dan sebagai pembelajaran dikenal pula dengan asesmen formatif. Pada asesmen formatif guru mengumpulkan informasi yang membantu guru memberi umpan balik dan tindak lanjut proses belajar. Selain membantu guru, asesmen formatif juga membantu siswa memperbaiki cara belajar dengan menentukan kembali strategi belajar yang sesuai dengan kebutuhannya. Hal ini sesuai dengan cara 5M membangun keberlanjutan yang telah Anda pelajari di topik awal. 

Akan tetapi, seringkali guru hanya berfokus pada asesmen sumatif yang menekankan perolehan hasil belajar siswa. Padahal, siswa lebih membutuhkan pengalaman belajar yang berorientasi pada proses, umpan balik dan tindak lanjut pencapaian belajar. Bukan hanya sekedar penugasan melalui tes dan skor nilai. Terlebih dalam kondisi pembelajaran jarak jauh saat ini, asesmen formatif perlu menjadi prioritas utama dibanding asesmen sumatif.

Untuk lebih menjelaskannya mari kita cermati infografis berikut ini :







Asesmen dalam pembelajaran bertujuan mengumpulkan dan mengolah informasi untuk mengukur pencapaian hasil belajar siswa. Dalam hal ini, mengukur seberapa jauh kemajuan belajar siswa berarti akan mengukur kemajuan belajar guru. Jika guru mampu mendiagnosis kebutuhan belajar siswa, apa yang perlu diperbaiki dan ditingkatkan berarti secara langsung guru dapat merefleksikan pembelajaran yang telah dilakukan. Hasil asesmen yang diperoleh dapat digunakan untuk menentukan strategi pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan belajar siswa.

Miskonsepsi yang sering terjadi asesmen dilakukan secara terbatas dalam tes tertulis di akhir pembelajaran. Padahal asesmen tidak hanya dilakukan di akhir materi pembelajaran. Kita perlu mengetahui bahwa asesmen pembelajaran dikategorikan dalam tiga jenis, diantaranya:

  1. Asesmen terhadap pembelajaran (assessment of learning)
  2. Asesmen untuk pembelajaran (assessment for learning)
  3. Asesmen sebagai pembelajaran (assessment as learning) 
Mari kita cermati penjelasan setiap kategori asesmen melalui infografis berikut.








Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) telah menerbitkan Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 719/P/2020 tentang Pedoman Pelaksanaan Kurikulum pada Satuan Pendidikan dalam Kondisi Khusus. Satuan pendidikan dalam kondisi khusus dapat menggunakan kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan pembelajaran peserta didik. 

Pelaksanaan kurikulum pada kondisi khusus bertujuan untuk memberikan fleksibilitas bagi satuan pendidikan untuk menentukan kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan pembelajaran peserta didik.  Semua jenjang pada setiap satuan pendidikan pada kondisi khusus dalam pelaksanaan pembelajaran dapat: 

  1. Tetap mengacu pada Kurikulum Nasional 
  2. Menggunakan kurikulum pada kondisi khusus
  3. Melakukan penyederhanaan kurikulum secara mandiri

Kurikulum darurat (dalam kondisi khusus) yang disiapkan oleh Kemendikbud merupakan penyederhanaan dari kurikulum nasional. Pada kurikulum tersebut dilakukan pengurangan kompetensi dasar untuk setiap mata pelajaran sehingga guru dan siswa dapat berfokus pada kompetensi esensial dan kompetensi prasyarat untuk kelanjutan pembelajaran di tingkat selanjutnya.

Kemendikbud juga menyediakan modul-modul pembelajaran untuk Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Sekolah Dasar (SD) yang diharapkan dapat membantu proses belajar dari rumah dengan mencakup uraian pembelajaran berbasis aktivitas untuk guru, orang tua, dan peserta didik. Dan seperti yang ditegaskan Mendikbud, dari opsi kurikulum yang dipilih, catatannya adalah siswa tidak dibebani tuntutan menuntaskan seluruh capaian kurikulum untuk kenaikan kelas maupun kelulusan, dan pelaksanaan kurikulum berlaku sampai akhir tahun ajaran.


Pandemi Covid-19 di negara kita masih berlangsung. Dan kegiatan Belajar dari Rumah masih harus kita jalani hingga waktu yang belum bisa kita tebak kapan akan berakhir. Kegiatan belajar harus tetap berjalan meski belum bisa tatap muka.

Banyak aplikasi ditawarkan untuk memudahkan kegiatan belajar jarak jauh. Mulai dari yang sederhana dan familiar hingga yang kaya fitur untuk pengelolaan kegiatan PJJ. Setidaknya ada 19 aplikasi dan website yang dapat kita akses dengan menggunakan kuota belajar kemdikbud.

Tidak bisa kita pungkiri lagi dari 19 aplikasi yang tercover kuota belajar kemdikbud, Whatsapp menempati urutan tertinggi penggunanya karena memang sudah tidak asing lagi dan familiar dalam kehidupan sehari-hari. Dengan fitur teks, audio dan video call. Bila simpel dan mudah penggunaanya menjadi kriteria memang Whatsapp pilihannya.

Bagaimana jika ada aplikasi yang juga simpel dan mudah penggunaannya namun kaya akan fitur yang kita perlukan untuk PJJ ? Memang ada? Tentu saja ada.

Kaizala dari Microsoft Office 365 for Education merupakan aplikasi perpesanan tak beda jauh dengan Whatsapp. Memiliki tampilan lembut dan nyaman dengan fitur-fitur yang dapat kita manfaatkan untuk kegiatan pembelajaran jarak jauh.

  

Kaizala dapat langsung kita download melalui Google Play Store di smartphone kita. Bahkan siapapun dapat menggunakannya meski tidak memiliki akun Office 365. Untuk registrasi cukup menggunakan nomor HP kita, sama seperti WA. Sehingga siswapun tidak akan kesulitan untuk melakukan registrasi awal.

  

Fitur apa saja yang membedakan Kaizala dengan aplikasi perpesanan yang lain, WA, Telegram, Line....? Kita tidak akan tahu jika kita tidak mencobanya. 

Berikut beberapa fitur yang ada di Kaizala :
  1. Fitur chat sudah pasti ada, dimana kita bisa mengirim pesan, gambar, file, audio, video, dan kontak. Sama seperti fitur aplikasi perpesanan lainnya.
  2. Fitur Audio call untuk melakukan panggilan suara.
  3. Fitur Video Call untuk melakukan panggilan video. Sampai di fitur ketiga ini belum membedakan Kaizala dengan aplikasi yang lainnya.
  4. Fitur chat with me, yaitu chat dengan diri sendiri misalnya untuk membuat konsep pesan, menyimpan informasi penting, atau menyiapkan soal latihan sebelum di share di group. Fitur ini berfungsi sebagai buku catatan kita.
  5. Fitur Kehadiran sebagai absen harian yang akan mencatat jam datang, lokasi absen.
  6. Fitur Minta Kehadiran, sebagai absen dalam satu kegiatan saja. Fitur ini juga akan mencatat jam datang, lokasi dan jika diperlukan dilengkapi dengan foto.
  7. Fitur Pelatihan dapat kita gunakan untuk membuat soal-soal latihan pilihan ganda yang dapat langsung kita kunci jawabannya. Siswa langsung mengerjakan dari smartphonenya dan hasilnya dapat kita lihat langsung.
  8. Fitur survey dapat kita gunakan untuk membuat survey sederhana baik berupa pilihan maupun survey terbuka dengan jawaban bebas. Fitur ini dapat kita manfaatkan untuk membuat soal essay dan siswa dapat langsung menuliskan jawabannya di sana.
  9. Fitur polling, sesuai namanya fitur ini berfungsi untuk membuat polling misalnya pemilihan ketua kelas.
  10. Fitur Q&A (Question and Answer) dapat kita manfaatkan untuk diskusi dengan topik tertentu di group kelas agar hasil diskusi tidak tertumpuk dengan chat siswa.
  11. Fitur pengumuman, sesuai namanya maka fitur ini berguna untuk membuat pengumuman penting di group kelas.
  12. Fitur minta bantuan dapat digunakan untuk mengajukan pertanyaan, cara kerjanya sama dengan fitur Q&A, siswa dapat mengajukan pertanyaan dan dijawab siswa lain namun tidak tercampur dengan chat lain.
  13. Mari Bertemu, fitur ini berfungsi sebagai undangan untuk menghadiri suatu kegiatan.
  14. Kuis, kita juga dapat membuat kuis-kuis menarik untuk menambah wawasan dan pengetahuan siswa.
  15. Kudos, dalam kegiatan pembelajaran kita perlu memberi motivasi dan semangat kepada siswa. Jika dalam tatap muka kita dapat memberikan acungan jempol untuk siswa, di Kaizala kita dapat memanfaatkan Kudos untuk memberi semangat kepada siswa.
  16. Daftar periksa, berguna untuk membuat daftar tugas bersama dan memberi tanda jika tugas sudah dilaksanakan.
  17. Bagikan Lokasi, untuk membagikan lokasi kita kepada orang lain.
  18. Foto dengan lokasi, sama dengan fitur sebelumnya hanya saja fitur ini disertakan foto lokasi saat ini.
  19. Fitur tugas, untuk membagikan tugas kepada anggota group dan melacak status penyelesaiannya.
  20. Game, bila pelajaran sudah selesai siswa dapat memainkan game bersama teman yang lain. Game yang tersedia antara lain : Chess (Catur), Tic Tac Toe, Tetris, Tambola, BrainVita dan 2048 Tournament.
Tertarik untuk mencobanya ?

Kemdikbud sudah menggelontorkan bantuan kuota internet untuk dosen, mahasiswa, guru dan siswa untuk menunjang kegiatan pembelajaran jarak jauh selama masa pandemi Covid-19. Bantuan kuota internet tersebut terdiri dari 5 GB kuota utama dan sisanya dengan jumlah berbeda-beda untuk tiap jenjang yang jauh lebih besar dari kuota utama untuk mengakses aplikasi dan website yang masuk daftar bebas akses dalam kuota belajar kemdikbud.

Dari 19 aplikasi dan website yang terdaftar dalam kuota belajar kemdikbud tentu belum semua kita manfaatkan, atau bahkan masih bingung untuk memanfaatkannya. Terutama untuk kegiatan PJJ di tingkat sekolah dasar dimana perangkat yang dimiliki siswa belum secanggih perangkat yang dimiliki oleh mahasiswa. Begitu juga pengoperasiannya untuk siswa SD tentu harus dipilihkan aplikasi yang mudah untuk mereka kuasai.

Selain itu dari 19 aplikasi yang terdaftar dalam kuota belajar kemdikbud tidak sepenuhnya gratis, sebagian merupakan aplikasi berbayar dan diberikan gratis aksesnya saja. Pada akhirnya Whatsapp-lah sebagai pemenang aplikasi gratis yang tercover dalam kuota belajar kemdikbud yang lebih banyak peminatnya.

Lewat tulisan ini, saya ingin berbagi dengan teman-teman guru semua, untuk memanfaatkan aplikasi dan website gratis yang juga masuk dalam daftar kuota belajar kemdikbud yaitu Microsoft Education. Selain gratis aksesnya dengan kuota belajar kemdikbud, Microsoft Office 365 for Education juga gratis tanpa komitmen untuk sekolah. Bagaimana langkah-langkahnya ?


Untuk bisa menikmati semua fitur gratis dari Microsoft Office 365 for Education, maka kita harus memiliki akun Office 365. Bagaimana cara mendapatkannya? Bagi sekolah yang memiliki website sekolah dengan domain sch.id maka dapat langsung mendaftarkan di situs resmi https://www.microsoft.com/id-id/education/products/office Cara pendaftarannya sangat mudah dan tidak rumit.

Setelah pendaftaran sukses maka kita dapat membuat setidaknya 5000 akun untuk guru dan 5000 akun untuk siswa. Setelah memiliki akun office 365, layanan apa yang dapat kita manfaatkan untuk kegiatan pembelajaran jarak jauh ? Cobalah untuk login ke akun Office 365 kita dan buka daftar aplikasi atau fitur yang dapat kita coba. Perhatikan tampilannya berikut ini :
Fitur mana saja yang dapat kita manfaatkan untuk kegiatan pembelajaran jarak jauh ? Dari sekian banyak fitur yang ditawarkan semua dapat kita pelajari dan kita manfaatkan. Beberapa fitur yang dapat kita manfaatkan dan mudah penggunaannya adalah :

1. KAIZALA
Kaizala merupakan aplikasi perpesanan seluser mirip Whatsapp. Selain fungsinya sebagai media perpesanan baik text, audio maupun video call, aplikasi ini juga akan kaya fitur untuk kegiatan PJJ seperti Absen, Pelatihan, Polling, Question & Answer, Kudos, Game Education dan masih banyak lagi.


Sama seperti Whatsapp seluluer, Kaizala juga tersedia dalam Kaizala Web untuk kita akses melalui PC atau laptop. Selain itu fitur Portal Kaizala di akun Office 365 juga memudahkan kita untuk memantau kegiatan di Kaizala.

Untuk kegiatan PJJ maka guru dan siswa harus menginstall Kaizala yang dapat didownload dari Google Play Store. Sepertinya halnya WA, di Kaizala kita bisa membuat group, group broadcast dan fitur chat with me sebagai tempat untuk menyimpan informasi penting, membuat pelatihan sebelum di share di group dan lain sebagainya.

2. FORM OFFICE
Form Office tak beda jauh dengan google Formulir. Dengan Form Office kita juga dapat memanfaatkannya untuk membuat Soal Ulangan Harian dengan pengaturan waktu mulai dan waktu akhir. Fitur yang dimiliki tak beda jauh dengan Google Formulir. Kelebihannya, Office Form dapat menerima teks berparagraf.


3. SWAY
Sway merupakan fitur untuk presentasi yang dapat kita manfaatkan untuk menampilkan materi kita dengan tampilan yang lebih menarik dan tidak membosankan.



4. TEAMS
Teams merupakan fitur untuk tatap muka secara online seperti halnya Zoom atau Meet dari Google yang dilengkapi dengan fitur chat, berbagi file. Teams juga tersedia versi seluler yang dapat didownload dari Google Play Store.



5. YAMMER
Yammer bisa dikatakan sebagai Facebook mini untuk menghubungan dengan semua anggota dalam satu organisasi. Lengkap dengan fitur mengirim kabar berita, pertanyaan atau polling layaknya facebook dan tombol like, comment dan share. Selain dapat diakses melalui laptop Yammer juga dapat diakses melalui smartphone dan tersedia aplikasinya di Play Store.


6. EXCEL, WORD DAN POWER POINT
Aplikasi yang ini tentu sudah tidak asing lagi bagi kita. Hampir semua laptop terinstall aplikasi tersebut. Microsoft Office 365 for Education juga memberikan layanan secara online untuk Excel, Word dan Power Point yang selalu update.

Sebenarnya masih banyak fitur Office 365 yang dapat kita manfaatkan. Mungkin lain waktu kita kupas lagi fitur-fitur Microsoft Office 365 for Education yang dapat kita nikmati untuk kita manfaatkan.

Sitemap merupakan kumpulan informasi yang berada pada situs yang memuat banyak URL atau daftar semua link/URL yang ada di situs kita, Berfungsi sebagai peta untuk search engine agar cepat mengindex url baru yang ada di dalam website kita.

Tidak cuma Link saja yang terdapat pada sitemap, melainkan juga terdapat metadata. Metadata adalah informasi yang memuat kapan terakhir kali kamu mengupdate website dan seberapa sering website kita diupdate.

Selain itu, fungsi sitemap adalah memudahkan pengunjung situs kita untuk mencari artikel yang sudah kita tulis, maka kita perlu menambahkan sitemap pada blog kita.

Sayang secara default blogger tidak menyediakan fitur ini, sehingga kita harus membuatnya sendiri. Ada banyak tutorial cara membuat sitemap. Nah, berikut ini cara membuat sitemap yang sangat mudah untuk dipraktekkan.

Langkah-langkah :

  1. Login ke blogger.com menggunakan akun blogger kita, dan buatlah halaman baru.
  2. Setelah terbuka isikan judul sesuai dengan keinginan kita, misalnya "SITEMAP"
  3. Masuk ke tampilan HTML
  4. Masukkan script HTML berikut, copy paste langsung.

MKRdezign

Contact Form

Name

Email *

Message *

Theme images by Maliketh. Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget