January 2018

Saat menginstall Aplikasi Dapodik 2018b pada laptop yang menggunakan Windows 10 untuk menjaga keamaan Windows Defender akan menolak untuk melakukan proses install. Lalu bagaimana ? Apakah Aplikasi Dapodik tidak bisa di install ??? Bisa.... Kita harus mematikan sementara SmartScreen agar tidak menolak Aplikasi saat kita menginstallnya.

BAGAIMANA MENONAKTIFKAN SMARTSCREEN ?
Ikuti langkah di bawah ini :

1. Klik icon Windows pada kiri bawah monitor dan pilih SETTING.


2. Dari menu SETTING pilih menu UPDATE & SECURITY


3. Nanti akan muncul seperti di bawah ini klik WINDOWS DEFENDER lalu buka OPEN WINDOWS DEFENDER SECURITY CENTER.


4. Selanjutnya pilih APP & BROWSER CONTROL


5. Langkah selanjutnya klik pada pilihan OFF dan klik YES.


Nah... sampai langkah ini, silakan diulangi proses install Dapodiknya. Setelah selesai install silakan dikembalikan pada pilihan WARN kembali.

Mudah bukan ????
Semoga bermanfaat ... !!!

Selamat Lembur......




Siapapun tahu, hidup ini tidak selalu mulus, selalu ada masalah, kendala dan tantangan yang mau tidak mau harus kita hadapi. Tidak hanya orang miskin atau orang yang tidak beruntung, orang yang sukses, yang kaya atau yang beruntung sekalipun, pasti pada waktu-waktu tertentu akan dihadapkan pada masalah, kendala dan tantangan.

Lantas, apa yang membuat seseorang berhasil mengatasi masalah dan tantangan itu sementara yang lainnya gagal sehingga frustasi, down, bahkan tak sedikit yang memutuskan bunuh diri atau melakukan tindak kriminil.

Dalam banyak tulisan tentang psikologi, kita mengenal apa yang namanya Intelegence Quotient (IQ), Emosional Qoutient (EQ), dan Spiritual Qoutient (EQ). Ada satu hal lagi yang sebenarnya harus ditumbuhkan pada diri anak-anak kita agar mampu menghadapi berbagai masalah dan tantangan dalam hidup. Itulah yang disebut adversity quotient (AQ) atau kecerdasan menghadapi tantangan sebagai salah satu kecerdasan yang sangat penting dikuasai anak.

Jika anak memiliki daya tahan yang baik dalam menghadapi tantangan, dia akan menjadi pribadi yang pantang menyerah. Seseorang yang memiliki tingkat kecerdasan menghadapi tantangan yang rendah akan relatif lebih mudah putus asa saat bertemu dengan tantangan di hadapannya. Mereka menganggap masalah yang dihadapinya adalah ancaman besar yang akan menghancurkan hidupnya. Mereka gagal menjadikan tantangan sebagai peluang yang akan melejitkan hidupnya.

Pembentukan AQ ternyata sangat erat kaitannya dengan pola asuh orang tua terhadap anak. Ada beberapa tipe anak sesuai dengan pola asuh dalam kaitan dengan pembentukan AQ ini.


Anak Bola Besi

Anak tipe ini dibesarkan dengan pola asuh yang terlalu keras, sering dihukum tanpa diberi pendampingan dan arahan apa yang harus dilakukan. Ibaratnya seperti memperlakukan bola besi. Anak tipe bola besi ini akan tumbuh menjadi pribadi yang keras bahkan kasar, dan cenderung menghadapi masalah dengan penuh emosi.


Anak Bola Kaca

Anak denga tipe bola kaca adalah anak yang dibesarkan dengan penuh kehati-hatian atau overprotektif, dijaga sedemikian rupa seperti bola kaca, agar jangan sampai menemui kesulitan. Apabila suatu saat menemui kesulitan maka orang tuanyalah yang akan membereskannya. Anak tipe bola kaca ini akan tumbuh menjadi anak yang mudah menyerah dengan berbagai kesulitan hidup. Saat menemui masalah maka mereka akan kesulitan menemukan solusi dari masalah yang dihadapi.


Anak Bola Karet

Orang tua selayaknya memperlakukan anak seperti bola karet yang fleksibel, terkadang keras untuk memberinya pelajaran, namun tetap diberi pendampingan dan arahan. Namun saat anak berlaku baik kita tidak segan-segan memberikan pujian dan penghargaan. Kita latih anak untuk menjadi pribadi yang mandiri dan bertanggung jawab atas berbagai hal yang terjadi dalam hidupnya.  Dengan pola asuh ini, anak ini akan menjadi pribadi tangguh dan pantang menyerah. Atau dengan kata lain memiliki kecerdasan menghadapi tantangan yang baik.


Apa indikator anak yang memiliki kecerdasan menghadapi tantangan yang baik?

Pada usia 0 – 6 tahun, anak sudah mampu mengontrol dirinya dengan baik, bisa mengekspresikan keinginannya dengan cara yang baik, tidak dengan menangis atau merengek, dan bisa menerima jika keinginannya tidak selalu dipenuhi.

Pada usia 7 – 10 tahun, anak sudah bisa membangun komitmen dan memelihara kesepakatan yang dibuat.

Pada 11 – 14 tahun, anak dapat berinisiatif untuk melakukan aktivitas yang mereka inginkan dan menanggung segala resiko yang terjadi, anak juga mampu melatih kemandirian dalam bermasyarakat.

Pada usia 15 tahun ke atas, anak sudah mampu mengubah tantangan menjadi peluang, tidak mudah putus asa, berani mengakui dan belajar dari kesalahan dan mampu hidup mandiri. Yanuar Jatnika/Sumber : Kelas Bunda Sayang Institut Ibu Profesional tentang Kecerdasan


Sumber : www.sahabatkeluarga.kemdikbud.go.id

Hampir setiap pagi para ibu mengalami puncak kesibukan di rumah. Mulai dari persiapan di dapur untuk sarapan dan bekal anak, persiapan kelengkapan sekolah anak sampai ke urusan mengantar anak ke sekolah. Semua dikerjakan dalam rentang waktu yang sangat sempit. Hanya sekitar 1-2 jam saja sebelum anak-anak duduk manis di bangku sekolahnya.

Hal yang paling sering dikeluhkan para orang tua adalah susahnya membangunkan anak di pagi hari dan sulitnya membuat mereka berselera dengan sarapan. Padahal sarapan sangat penting untuk  mendukung aktivitas tubuh dan otak.

Agar pagi hari dapat diawali dengan senyum dan semangat, maka ibu harus bekerjasama dengan ayah dan putra-putrinya melakukan hal berikut:

Pertama, sepakati jam bermain, jam belajar dan jam tidur dengan anak-anak. Jika telah ada kesepakatan, maka orang tua juga harus memberi contoh. Saat sudah masuk jam tidur, hendaknya orang tua mengondisikan suasana yang tenang. Jika orang tua masih ada keperluan bisa dilanjutkan lagi setidaknya sampai anak-anak telah terlelap.

Di hari libur sekolah, tetaplah konsisten dengan aturan jam bermain, belajar dan jam tidur ini. Kalaupun ada pengecualian, lakukan dengan kesepakatan yang baru tanpa merusak kesepakatan yang lama.

Kedua, ajarkan disiplin dan tanggung jawab sejak dini. Anak-anak usia SD harus sudah diajarkan menyiapkan perangkat sekolah, mulai dari buku, alat tulis dan seragam sendiri. Usahakan semua itu sudah siap sebelum jam tidur tiba. Sehingga saat anak-anak bangun di pagi hari, mereka tidak menghabiskan waktu hanya untuk membereskan buku atau mencari perlengkapan sekolah yang terselip.

Ketiga, ajak anak untuk merancang menu sarapan bersama. Jadikan sarapan sebagai agenda wajib sebelum memulai aktivitas. Orang tua dapat menjelaskan apa fungsi sarapan bagi anak. Mereka harus tahu bahwa sarapan memiliki peran penting sebagai cadangan energi anak dalam beraktivitas.

Tawarkan menu sarapan yang mudah dicerna, mudah disajikan dan tidak terlalu berat. Jika anak-anak bosan dengan olahan nasi dan lauknya, ibu bisa mengkreasikan menu lain yang tak kalah nilai gizinya, seperti roti gandum, sereal, olahan telur dan sayuran. Jangan lupa susu dan buah di pagi hari juga baik untuk anak.

Jenis buah yang cocok dikonsumsi di pagi hari adalah pisang, semangka, melon dan papaya .Jika ibu ada waktu, potong dalam bentuk kecil sekali telan agar anak mudah mengonsumsinya.

Keempat, dampingi anak saat sarapan. Hindari sarapan sambil menonton televisi. Bila memungkinkan, buatlah ritual sarapan bersama ayah dan ibu di setiap pagi bersama mereka. Isi dengan berbagi cerita atau pesan-pesan ringan. Hal ini akan membuat anak siap menghadapi harinya.

Kelima,berikan penghargaan kepada anak. Penghargaan di sini bukan berupa uang atau barang semata. Bisa juga berupa perhatian, seperti akan disiapkan menu makan siang atau kudapan ringan kesukaan anak, akan diajak main bersama di tempat yang lama atau belum pernah dikunjungi dan masih banyak lagi perhatian kecil yang sangat ditunggu anak kita.

Memang semua membutuhkan pembiasaan dari hari ke hari. Kuncinya adalah saling mengetahui tugas dan tanggung jawabnya. Selamat mencoba. Sambut pagi dengan senyum dan semangat ya. (Dhika Suhada - ibu rumah tangga yang senang menulis tentang keluarga)

Sumber : sahabatkeluarga.kemdikbud.go.id

Saat ini masih banyak pengguna Office 2007 yang merasa nyaman bekerja di versi 2007 dan enggan mengganti dengan versi Office yang terbaru. Namun pengguna Office 2007 mungkin akan menemukan kesulitan saat membuka file yang dibuat di versi 2013 atau 2016. Dari sekedar kehilangan tampilan comment sampai tidak bisa membuka filenya.

Tak perlu cemas dulu, bagi teman-teman pengguna Office 2007 yang ingin membuka file yang dihasilkan versi di atasnya agar lancar silakan upgrade Office 2007-nya ke versi Office 2007 SP3.

Apa saja perbaikan di versi Service Pack 3 ini ? Dirilis dari laman resminya berikut ini perbaikan-perbaikan yang disertakan di Office 2007 SP3 :
  1. Dokumen yang memerlukan pemangkasan keamanan khusus tidak dikembalikan dari kueri penelusuran lansiran, meskipun pengguna yang membuat lansiran dapat melihat dan meminta dokumen ini.
  2. Karakter non-Unicode dalam string pesan kesalahan tertentu sekarang ditampilkan dengan benar.
  3. Empat gaya bibliografi baru sekarang tersedia dalam fitur "Word Citations & Bibliography": Harvard Anglia, IEEE, APA Sixth Edition, dan MLA Seventh Edition.
  4. Liburan Tahun Baru Imlek sekarang termasuk dalam kalender Outlook untuk Singapura.
  5. Memperbaiki masalah di mana Excel 2007 terkadang macet saat Anda membuka buku kerja Excel yang sebelumnya tersimpan dalam versi Excel yang lebih baru. Hal ini terjadi jika file tersebut menggunakan fitur baru yang tidak tersedia pada sistem Office 2007.
  6. Memperbaiki masalah dengan peraturan Pra dan Pasca Reformasi dalam Tesaurus Prancis.
  7. Memperbaiki masalah di mana pengaturan enkripsi tidak dapat dikonfigurasi saat digunakan dengan konverter paket kompatibilitas format file dan Office 2003 atau versi Office sebelumnya.
  8. Memperbaiki masalah saat terjadi benturan saat buku kerja Excel dibuka di Excel dan kemudian dipratinjau dengan menggunakan fitur panel pratinjau Windows Explorer.
  9. Memperbaiki masalah di mana pengubah Slicers dan Ribbon Excel hilang saat file XLSX pertama kali disimpan sebagai file ODS, dan kemudian disimpan sebagai file XLSX di Excel 2007.
Bagaimana cara update Office 2007 ke Office 2007 SP3 agar dapat kompatibel dengan format file versi terbaru ? Caranya tidak sulit, silakan ikuti langkah-langkah dibawah ini :

1. Kunjungi website resmi microsoft dari link yang tersedia di bawah postingan ini.
2. Unduh updater Office 2007 SP3 dari link yang disediakan. Besar file kurang lebih 360 MB.


3. Setelah terunduh, silakan jalankan filenya, ikuti prosesnya sampai selesai.
4. Mungkin komputer akan meminta untuk restart.
5. Setelah komputer menyala lagi, maka Office 2007 SP3 siap digunakan.

Selamat lembur dan jangan lupa jaga kesehatan.

UNDUH MICROSOFT OFFICE 2007 SP3

Excel memang sangat membantu dalam kegiatan kita sehari-hari di sekolah dalam menyelesaikan administrasi. Beberapa aplikasi terkadang menyisipkan fungsi macro untuk mempermudah pekerjaan. Namun macro seringkali juga dianggap ancaman karena seringkali disalahgunakan untuk menyebarkan virus.

Namun jika kita yakin akan keamanannya maka untuk agar fungsi macro dapat berjalan kita harus melakukan setting pada macro dulu.

Bagaimana caranya ? Ikuti langkah-langkah berikut ini.

1. Dari menu FILE, pilih OPTION, maka akan tampil sebagai berikut :



2. Dari tampilan di atas pilih TRUST CENTER sehingga tampilan seperti di bawah ini.


3. Dari sini lanjutkan klik TRUS CENTER SETTINGS...dan pilih MACRO SETTINGS, maka akan muncul pilihan seperti di bawah ini.


Ada empat pilihan Macro Settings yang dapat dipilih sesuai dengan kebutuhan kita yaitu :
  1. Disable all macros without notification: pilih pilihan ini jika anda tidak ingin mengaktifkan macro pada semua file excel, semua macro pada dokumen excel akan di non aktifkan secara otomatis
  2. Disable all macros with notification: pada pilihan ini macro akan di non aktifkan tetapi anda akan mendapat peringatan jika pada file excel ada macronya. dengan demikian anda dapat memilih untuk mengaktifkan atau tidak macro pada excel tersebut
  3. Disable all macros except digitally signed macros: pilihan ini sama dengan pilihan Disable all macros without notification, akan tetapi jika ada file excel yang berisi macro dengan digitally signed oleh trusted publisher maka macro akan jalan jika bukan dari trusted publisher akan ada notifikasi mengenai macro ini  
  4. Enable all macros (not recommended, potentially dangerous code can run): dengan memilih pilihan ini pada semua macro excel akan otomatis dijalankan. dengan setting ini komputer anda akan rentan terhadap code-code macro jahat/virus
Pada kebanyakan aplikasi menggunakan settingan yang kedua, sehingga pada saat dijalankan akan muncul notifikasi di atas lembar kerja yang memungkinkan kita untuk memilih mengaktifkan atau tidak fungsi macro yang tersemat di dalamnya.

Demikian semoga bermanfaat.


Administrasi BOS ? Siapa yang harus mengerjakan ?

Di sekolah besar yang memiliki Tenaga Administrasi tersendiri mungkin mereka bisa membantunya. Tetapi untuk Sekolah Dasar yang rata-rata belum memiliki petugas TU maka akan dikerjakan oleh Guru yang merangkap sebagai Bendahara Bos. Sehingga guru di SD harus pandai-pandai membagi waktu antara melaksanakan kewajiban mengajar di kelas sebagai guru kelas seminggu penuh dan mengerjakan setumpuk administrasi siswa, administrasi kelas dan administrasi sekolah.

Bayangkan jika Guru SD sehari saja tidak masuk kelas, pasti siswanya akan merindukannya.

Jadi.... bolehlah kalau saya mengatakan kalau Guru SD itu hebaaattt !!!!

Namun tak jarang juga kegiatan Administrasi BOS di bantu oleh OPS yang lagi-lagi juga seorang Guru hehe... Berangkat dari kenyataan itu saya berusaha membantu teman Bendahara BOS dan teman OPS yang mengerjakan Administrasi BOS untuk menyederhakan penyusunan laporan rutin BOS dalam bentuk aplikasi sederhana berbasis excel.

Aplikasi ini dapat berjalan di Microsoft Office 2007, 2010, 2013, 2016. Khusus Office 2007 agar dapat mengakomodir fitur-fitur terbaru office silakan upgrade Office 2007 menjadi Office 2007 SP3.

Pastikan juga bahwa settingan Macro sudah di setting seperti di bawah ini, agar fungsi terbilangnya bisa berjalan. Yang masih bingung setting macro silakan baca CARA SETTING MACRO PADA EXCEL



Berikut ini PETUNJUK PENGGUNAAN APLIKASI
A. HOME
Langkah pertama penggunaan aplikasi ini adalah mengisi data pokok di halaman HOME pada format isian berwarna terang yang telah disediakan.
Untuk menuju ke halaman yang diinginkan, silakan KLIK tombol yang telah disediakan.
Untuk kembali ke halaman HOME silakan KLIK tombol HOME bergambar RUMAH HIJAU
B. BUKU KAS UMUM
Langkah kedua dan paling utama adalah mengisi sheet BUKU KAS UMUM.
Pengisian pada sheet ini silakan sesuai petunjuk yang sudah disematkan pada "comment"
Secara singkat dapat diuraikan sebagai berikut :
a. Isikan KODE BUKU dengan benar setiap menginput data transaksi.
Setiap KODE BUKU akan menentukan pengisian transaksi dari setiap buku.
Kode yang dimaksud adalah :
S = Saldo Awal
B = Buku Bank
K = Buku Kas
P = Buku Pajak
b. Pada kolom tanggal, isikan tanggal lunas bayar setiap transaksi
c. Pada kolom "No. Kode" isikan kode belanja dari setiap kegiatan. 
Pada kolom ini boleh dikosongkan kecuali untuk transaksi yang berkaitan dengan PAJAK.
Untuk transaksi yang berkaitan dengan PAJAK, silakan isi dengan kode berikut :
PPN =  Pajak PPN
P21 = Pajak PPh Ps 21
P22 = Pajak PPh Ps 22
P23 = Pajak PPh Ps 23
d. Pada kolom "No. Bukti" diisi dengan NOMOR KWITANSI hanya untuk transaksi tunai.
e. Pada Kolom "Uraian" input uraian kegiatan belanja yang dilakukan.
f. Pada kolom Debet, diinput penerimaan dana yang terjadi.
g. Pada kolom Kredit input pengeluaran dana setiap kegiatan.
h. Pada kolom Saldo akan terisi otomatis.
i. Setelah input transaksi selesai, silakan melakukan sortir kegiatan pada FITUR SORTIR berwarna merah yang sudah disediakan.
j. Selanjutnya pada bagian bawah tabel BKU jangan lupa mengisi jumlah DANA SEKOLAH dan jumlah DANA BOS yang masih tersimpan di bank.
C. BUKU KAS TUNAI
Pada sheet BUKU KAS TUNAI kita cukup menginput Saldo Awal Bulan jika ada. Jika tidak ada biarkan kosongkan dan silakan melakukan SORTIR KEGIATAN pada FITUR SORTIR berwarna merah sebelah kanan atas.
D. BUKU BANK
Pada sheet BUKU BANK kita cukup menginput Saldo Awal Bulan jika ada. Jika tidak ada biarkan kosongkan dan silakan melakukan SORTIR KEGIATAN pada FITUR SORTIR berwarna merah sebalah kanan atas.
E. BUKU PAJAK
Pada sheet BUKU PAJAK kita cukup menginput Saldo Awal Bulan jika ada. Jika tidak ada biarkan kosongkan dan silakan melakukan SORTIR KEGIATAN pada FITUR SORTIR berwarna merah sebelah kanan atas.
F. REKAP TRANSAKSI
a. Pada sheet ini sudah terisi otomatis, kita cukup mengedit uraian belanja kita pada kolom "Uraian Transaksi Pada Kwitansi"
b. Jika diinginkan pada kwitansi ada uraian pembelian silakan di input pada kolom "Rincian Pembelian". Jika rincian pembelian terlalu banyak, kosongkan bagian ini, dan rincian pembelian dibuatkan Nota tersendiri.
c. Jumlah transaksi akan terisi otomatis sesuai input kita di Buku Kas Umum.
d. Isikan lokasi transaksi misalnya nama kota, kecamatan atau desa.
e. Isikan tanggal kejadian transaksi
f. Isikan nama Toko jika transaksi dilakukan di Toko, jika tidak silakan di kosongkan.
g. Isikan nama penerima dana.
h. Jika nama penerima dana berstatus PNS isikan NIP.
G. KWITANSI
Pada sheet ini kita dapat mencetak kwitansi. Format kwitansi pada aplikasi ini dapat dicetak dengan kertas ukuran F4 (Folio) dengan pilihan ukuran kertas LEGAL.
Setiap kali mencetak kwitansi akan tercetak 3 kwitansi sekaligus secara berurutan.
Untuk mencetak kwitansi urutan berikutnya silakan klik pada TANDA PANAH naik turun pada sudut kanan atas.
H. BONUS
Pada sheet ini untuk melengkapi administrasi bulanan BOS disertakan beberapa format yang sering digunakan dalam kegiatan administrasi rutin BOS.
I. REGISTER
Jika diperlukan, silakan cetak REGISTER PENUTUPAN KAS dari sini.
J. BERITA ACARA
Pada sheet ini disediakan BERITA ACARA PEMERIKSAAN KAS siap cetak.


Akhirnya..... SEMOGA BERMANFAAT

Memasuki semester 2 bagi guru kelas akhir merupakan masa-masa mempersiapkan segala-sesuatunya untuk menghadapi Ujian Akhir Sekolah. Kegiatan-kegiatan persiapan seperti yang saya alami mulai saya lakukan sejak awal semester. Mulai pengecekan data siswa, mencocokkan dengan Akta Kelahiran, update data di BIOUN dan sebagainya.

Selain itu, persiapan bagi siswa menghadapi ujian akhir, misalnya dengan menambah jam pelajaran di luar jam pelajaran wajib mulai di laksanakan sejak awal. Karena biasanya memasuki bulan Februari sudah diadakan try out - try out untuk melatih kesiapan siswa.

Satu yang selalu di nanti guru kelas 6 adalah terbitnya Kisi-Kisi USBN. Dengan adanya kisi-kisi maka persiapan yang berkaitan dengan materi dapat di fokuskan sesuai kisi-kisi.

Kisi-kisi USBN untuk Sekolah Dasar akhirnya sampai di tangan kita meski agak terlambat. Dan alhamdulillah saya sempatkan share di sini meski dalam suasana gelap karena mati lampu hehehe....

Berikut ini bagi yang membutuhkan Kisi-Kisi USBN Sekolah Dasar dapat mendownload dari link yang tersedia di bawah. Semoga Bermanfaat...



Dengan pertimbangan untuk melaksanakan ketentuan Pasal 341 Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2017 tentang Manajemen Pegawai Negeri Sipil (PNS), pada 21 Desember 2017, Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Bima Haria Wibisana telah menandatangani Peraturan Badan Kepegawaian Negara Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2017 tentang Tata Cara Pemberian Cuti Pegawai Negeri Sipil (tautan: Peraturan BKN Nomor 24 Tahun 2017 tentang tata Cara Pemberian Cuti PNS).

Tata Cara Pemberian Cuti Pegawai Negeri Sipil ini tercantum dalam Lampiran yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan ini, yang mulai berlaku pada tanggal diundangkan, yaitu 22 Desember 2017 oleh Dirjen Perundang-Undangan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia, Widodo Ekatjahjana.

Menurut Lampiran Peraturan ini, cuti PNS diberikan oleh Pejabat Pembina Kepegawaian, yang dapat didelegasikan wewenangnya kepada pejabat di lingkungannya, kecuali ditentukan lain dalam Peraturan Badan ini.

“Cuti bagi PNS yang ditugaskan pada lembaga yang bukan bagian dari kementerian atau lembaga diberikan oleh pimpinan lembaga yang bersangkutan kecuali cuti di luar tanggungan Negara,” bunyi diktum II poin 5 lampiran Peraturan ini.

Adapun jenis cuti menurut peraturan ini terdiri atas: 1. Cuti tahunan; 2. Cuti besar; 3. Cuti sakit; 4. Cuti melahirkan; 5. Cuti karena alasan penting; 6. Cuti bersama; dan 7. Cuti di luar tanggungan Negara.

Cuti Tahunan

Menurut Peraturan ini, PNS dan Calon PNS yang telah bekerja paling kurang 1 (satu) tahun secara terus-menerus berhak atas cuti tahunan, yang lamanya adalah 12 (dua belas) hari kerja.

“Permintaan cuti tahunan dapat diberikan untuk paling kurang 1 (satu) hari kerja,” bunyi diktum IIIA poin 3 lampiran Peraturan ini.

Dalam hal hak atas cuti tahunan yang akan digunakan di tempat yang sulit perhubungannya, menurut Peraturan ini, maka jangka waktu cuti tahunan tersebut dapat ditambah untuk paling lama 12 (dua belas) hari kalender.

Hak atas cuti tahunan yang tidak digunakan dalam tahun yang bersangkutan, menurut Peraturan ini, dapat digunakan dalam tahun berikutnya untuk paling lama 18 (delapan belas) hari kerja termasuk cuti tahunan dalam tahun berjalan.

“Sisa hak atas cuti tahunan yang tidak digunakan dalam tahun bersangkutan dapat digunakan tahun berikutnya paling banyak 6 (enam) hari kerja,” bunyi diktum IIIA poin 9 peraturan ini.

Adapun hak atas cuti tahunan yang tidak digunakan 2 (dua) tahun atau lebih berturut-turut, menurut Peraturan ini, dapat digunakan dalam tahun berikutnya untuk paling lama 24 (dua puluh empat) hari kerja termasuk hak atas cuti tahunan dalam tahun berjalan.

Peraturan ini juga menegaskan, hak atas cuti tahunan dapat ditangguhkan oleh Pejabat Yang Berwenang Memberikan Cuti untuk paling lama 1 (satu) tahun, apabila terdapat kepentingan dinas mendesak. Selanjutnya, hak atas cuti tahunan yang ditangguhkan dapat digunakan dalam tahun berikutnya selama 24 (dua puluh empat) hari kerja termasuk hak atas cuti tahunan tahun berjalan.

Mengenai PNS yang menduduki jabatan guru pada sekolah atau dosen pada perguruan tinggi yang mendapat liburan menurut peraturan perundang-undangan, menurut peraturan ini, disamakan dengan PNS yang telah menggunakan cuti tahunan.

Cuti Besar

Dalam Peraturan BKN RI Nomor 24 Tahun 2017 itu disebutkan, PNS yang telah bekerja paling singkat 5 (lima) tahun secara terus-menerus berhak atas cuti besar paling lama 3 (tiga) bulan. PNS yang menggunakan hak atas cuti besar ini tidak berhak atas cuti tahunan dalam tahun yang bersangkutan.

“Ketentuan sebagaimana dimaksud, dikecualikan bagi PNS yang masa kerjanya belum 5 (lima) tahun untuk kepentingan agama, yaitu menunaikan ibadah haji pertama kali dengan melampirkan jadwal keberangkatan/kelompok terbang (kloter) yang dikeluarkan oleh instansi yang bertanggung jawab dalam penyelenggaraan haji,” bunyi diktum IIIB poin 5 lampiran Peraturan ini.

Menurut Peraturan ini, hak cuti besar dapat ditangguhkan penggunaannya oleh Pejabat Yang Berwenang Memberikan Cuti untuk paling lama 1 (satu) tahun apabila terdapat kepentingan dinas mendesak, kecuali untuk kepentingan agama.

Selain itu, PNS yang menggunakan cuti besar kurang dari 3 (tiga) bulan, maka sisa cuti besar yang menjadi haknya dihapus.

Ditegaskan dalam Peraturan ini, selama menggunakan hak atas cuti besar, PNS yang bersangkutan menerima penghasilan PNS, yang terdiri atas gaji pokok, tunjangan keluarga, dan tunjangan pangan sampai dengan ditetapkannya Peraturan Pemerintah yang mengatur gaji, tunjangan, dan fasilitas PNS

Cuti Karena Alasan Penting

Menurut Peraturan ini, PNS berhak atas cuti karena alasan penting, apabila: a. ibu, bapak, istri atau suami, anak, adik, kakak, mertua, atau menantu sakit keras atau meninggal; b. salah seorang anggota keluarga yang dimaksud (a) meninggal dunia; atau c. melangsungkan perkawinan.

Selain itu, PNS laki-laki yang istrinya melahirkan/operasi cesar, menurut Peraturan ini, dapat diberikan cuti karena alasan penting dengan melampirkan surat keterangan rawat inap dari Unit Pelayanan Kesehatan.

Dalam hal PNS mengalami musibah kebakaran rumah atau bencana alam, menurut Peraturan ini, dapat diberikan cuti karena alasan penting dengan melampirkan surat keterangan paling rendah dari Ketua Rukun Tetangga.

PNS yang ditempatkan pada perwakilan Republik Indonesia yang rawan dan/atau berbahaya, menurut Peraturan ini, juga dapat mengajukan cuti karena alasan penting guna memulihkan kondisi kejiwaan PNS yang bersangkutan.

“Lamanya cuti karena alasan penting ditentukan oleh Pejabat Yang Berwenang Memberikan Cuti, paling lama 1 (satu) bulan,” bunyi diktum IIIE poin 6 lampiran Peraturan ini.

Selama menggunakan hak atas cuti karena alasan penting, menurut Peraturan ini, PNS yang bersangkutan menerima penghasilan PNS, yang terdiri atas gaji pokok, tunjangan keluarga, tunjangan pangan, dan tunjangan jabatan sampai dengan ditetapkan Peraturan Pemerintah yang mengatur gaji, tunjangan, dan fasilitas PNS.

Cuti Bersama

Menurut Peraturan ini, cuti bersama ditetapkan dengan Keputusan Presiden, dan tidak mengurangi hak cuti tahunan. Bagi PNS yang karena jabatannya tidak diberikan hal atas cuti bersama, menurut Peraturan ini, hak cuti tahunannya ditambah sesuai dengan jumlah cuti bersama yang tidak diberikan.

“Penambahan hak atas cuti tahunan sebagaimana dimaksud hanya dapat digunakan dalam tahun berjalan,” bunyi diktum IIIF poin 5 lampiran Peraturan ini.

Cuti di Luar Tanggungan Negara

Dalam Peraturan BKN Nomor 24 Tahun 2017 ini disebutkan, PNS yang telah bekerja paling singkat 5 (lima) tahun secara terus-menerus karena alasan pribadi dan mendesak dapat diberikan cuti di luar tanggungan Negara.

Alasan pribadi dan mendesak sebagaimana dimaksud antara lain: a. mengikuti atau mendampingi suami/istri tugas Negara/tugas belajar di dalam/luar negeri; b. mendampingi suami/istri bekerja di dalam/luar negeri; c. menjalani program untuk mendapatkan keturunan; d. mendampingi anak yang berkebutuhan khusus; e. mendampingi suami/istri/anak yang memerlukan perawatan khusus; dan f. mendampingi/merawat orang tua/mertua yang sakit/uzur.

“Cuti di luar tanggungan Negara dapat diberikan paling lama 3 (tiga) tahun, dapat diperpanjang paling lama 1 (satu) tahun apabila ada alasan-alasan yang penting untuk memperpanjangnya,” bunyi diktum IIIG poin 7 dan 8 lampiran Peraturan ini.

Menurut Peraturan ini, cuti di luar tanggungan Negara mengakibatkan PNS yang bersangkutan diberhentikan dari jabatannya, dan harus diisi.

Cuti di luar tanggungan Negara, menurut Peraturan ini, hanya dapat diberikan dengan keputusan Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK) setelah mendapat persetujuan dari Kepala Badan Kepegawaian Negara.

“PPK sebagaimana dimaksud tidak dapat mendelegasikan kewenangan pemberian cuti di luar tanggungan Negara,” bunyi diktum IIIG poin 17 Peraturan ini. Selain itu, menurut Peraturan ini, permohonan cuti di luar tanggungan Negara dapat ditolak.

Selama menjalankan cuti di luar tanggungan Negara, juga tidak diperhitungkan sebagai masa kerja PNS.

Sedangkan bagi PNS yang melakukan cuti di luar tanggungan Negara, yang bersangkutan tidak berhak menerima penghasilan PNS.

Peraturan ini juga menegaskan, PNS yang telah selesai menjalankan cuti di luar tanggungan Negara wajib melaporkan diri secara tertulis kepada instansi induknya, paling lama 1 (satu) bulan setelah selesai menjalankan cuti di luar tanggungan Negara.

Selanjutnya dalam jangka waktu 1 (satu) bulan setelah menerima laporan, PPK wajib mengusulkan persetujuan pengaktifan kembali PNS yang bersangkutan kepada Kepala BKN/Kepala Kantor  Regional BKN.

“Dalam hal PNS yang melaporkan diri sebagaimana dimaksud tidak dapat diangkat dalam jabatan pada instansi induknya, disalurkan pada instansi lain,” bunyi diktum IIIG poin 32 lampiran Peraturan BKN ini.

PNS yang tidak dapat disalurkan dalam waktu paling lama 1 (satu) tahun, menurut Peraturan ini, diberhentikan dengan hormat sebagai PNS, dan diberikan hak kepegawaian sesuai peraturan perundang-undangan.

“Peraturan Badan ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan,” bunyi Pasal 3 Peraturan Badan Kepegawaian Negeri Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2017 tentang Tata Cara Pemberian Cuti Pegawai Negeri Sipil, yang telah diundangkan oleh Dirjen Perundang-undangan Kementerian Hukum dan HAM, Widodo Ekatjahjana, pada 22 Desember 2017 itu.

Sumber : setkab.go.id

Menjelang akhir tahun setiap Pegawai Negeri Sipil (PNS) atau sekarang disebut sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) diwajibkan untuk mendapatkan penilaian atas pekerjaan/ kinerja dalam pelaksanaan tugas dan fungsinya dalam penyelenggaraan pemerintah. Penilaian atas pekerjaan pegawai negeri sipil ini dituangkan dalam bentuk Daftar Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan Pegawai Negeri Sipil atau yang lebih dikenal dengan DP3 PNS. Namun DP3 PNS tersebut memiliki banyak kelemahan sehingga disempurnakan dengan Penilaian Prestasi Kerja PNS.

Kelemahan yang utama dari DP3 adalah tidak dapat digunakan dalam menilai dan mengukur seberapa besar produktivitas dan kontribusi PNS terhadap organisasi. Hal ini disebabkan penilaian prestasi kerja pegawai dengan menggunakan metode DP3 tidak didasarkan pada target tertentu. Untuk itu diterbitkanlah Peraturan Pemerintah Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 46 Tahun 2011 Tentang Penilaian Prestasi Kerja Pegawai Negeri Sipil yang dijadikan dasar dalam penyempurnaan pelaksanaan penilaian PNS.

Penilaian prestasi kerja Pegawai Negeri Sipil dilaksanakan secara sistematis yang penekanannya pada tingkat capaian sasaran kerja pegawai atau tingkat capaian hasil kerja yang telah disusun dan disepakati bersama antara Pegawai Negeri Sipil dengan Pejabat Penilai.

Berdasarkan pasal 4 PP No. 46 Tahun 2011, penilaian prestasi kerja PNS dibagi dalam 2 (dua) unsur yaitu :

1. Sasaran Kerja Pegawai (SKP) merupakan rencana kerja dan target yang akan dicapai oleh seorang PNS dan dilakukan berdasarkan kurun waktu tertentu. Sasaran kerja pegawai meliputi beberapa aspek :
  • Kuantitas merupakan ukuran jumlah atau banyaknya hasil kerja yang dicapai oleh seorang pegawai.
  • Kualitas merupakan ukuran mutu setiap hasil kerja yang dicapai oleh seorang pegawai.
  • Waktu merupakan ukuran lamanya proses setiap hasil kerja yang dicapai oleh seorang pegawai.
  • Biaya merupakan besaran jumlah anggaran yang digunakan setiap hasil kerja oleh seorang pegawai.
2. Perilaku kerja merupakan setiap tingkah laku, sikap atau tindakan yang dilakukan oleh seorang PNS yang seharusnya dilakukan atau tidak dilakukan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Adapun unsur perilaku kerja meliputi :
  • Orientasi pelayanan merupakan sikap dan perilaku kerja PNS dalam memberikan pelayanan kepada yang dilayani antara lain meliputi masyarakat, atasan, rekan sekerja, unit kerja terkait, dan/atau instansi lain.
  • Integritas merupakan kemampuan seorang PNS untuk bertindak sesuai dengan nilai, norma dan etika dalam organisasi.
  • Komitmen merupakan kemauan dan kemampuan seorang PNS untuk dapat menyeimbangkan antara sikap dan tindakan untuk mewujudkan tujuan organisasi dengan mengutamakan kepentingan dinas daripada kepentingan diri sendiri, seseorang, dan/atau golongan.
  • Disiplin merupakan kesanggupan seorang PNS untuk menaati kewajiban dan menghindari larangan yang ditentukan dalam peraturan perundang-undangan atau peraturan kedinasan yang apabila tidak ditaati atau dilanggar dijatuhi sanksi.
  • Kerja sama merupakan kemauan dan kemampuan seorang PNS untuk bekerja sama dengan rekan sekerja, atasan, bawahan baik dalam unit kerjanya maupun instansi lain dalam menyelesaikan suatu tugas dan tanggung jawab yang diembannya.
  • Kepemimpinan merupakan kemampuan dan kemauan PNS untuk memotivasi dan mempengaruhi bawahan atau orang lain yang berkaitan dengan bidang tugasnya demi tercapainya tujuan organisasi.
Penyusunan Sasaran Kerja Pegawai (SKP) diwajibkan bagi seluruh PNS/ASN yang dibuat setiap awal tahun anggaran (2 Januari) yang didalamnya memuat kegiatan tugas jabatan dan target yang harus dicapai dalam kurun waktu penilaian yang bersifat nyata dan dapat diukur. SKP tersebut harus disetujui dan ditetapkan oleh Pejabat Penilai sebagai kontrak kerja. Untuk tata cara penyusunan Sasaran Kerja Pegawai dapat mengikuti link ini.

Penilaian Sasaran Kerja Pegawai dilaksanakan setiap akhir tahun anggaran (31 Desember) dengan membandingkan capaian dan target yang telah diperjanjikan diawal tahun/kontrak kerja dan ditambahkan dengan tugas-tugas tambahan lainnya. Format Sasaran Kerja Pegawai dapat didownload disini.

Penilaian akhir dari prestasi kerja adalah dengan cara menggabungkan penilaian SKP dengan penilaian perilaku kerja. Bobot nilai dari masing-masing adalah 60% bagi unsur SKP dan 40% bagi unsur perilaku kerja.

Pelaksanaan penilaian prestasi kerja PNS melalui penyusunan SKP akan aktif dilaksanakan sejak 1 Januari 2014. Penilaian prestasi kerja PNS dan SKP selanjutnya dijadikan salah satu syarat dalam Usul Kenaikan Pangkat oleh Badan Kepegawaian Negara (BKN).

Pada kesempatan ini untuk memudahkan menyusun SKP dan PENILAIAN PRESTASI KERJA PNS dapat menggunakan aplikasi sederhana berbasis excel. Adapun langkah-langkah penggunaan aplikasi ini secara sederhana adalah sebagai berikut :

HALAMAN HOME
  1. Pada halaman silakan mengisi Nama Kota dan Kode yang tersedia untuk GURU dan KS serta Golongan Ruangnya di kotak yang sudah disediakan.
  2. Setelah itu mengisi data umum yang diperlukan yang meliputi YANG DINILAI, PEJABAT PENILAI dan ATASAN LANGSUNG PEJABAT PENILAI
  3. Isikan MASA PENILAIAN pada tempat yang disediakan
  4. Isikan TANGGAL-tanggal yang diperlukan pada tempat yang sediakan
COVER
1. Bagian Cover akan terisi otomatis dan siap print dengan ukuran kertas A4.

SKP
  1. Langkah pertama pada sheet ini adalah memasukkan nilai PKG untuk GURU dan nilai PKKS untuk GURU YANG MENDAPAT TUGAS TAMBAHAN SEBAGAI KS.
  2. Pada bagian SKP secara default KEGIATAN DAN TUGAS TAMBAHAN sudah tersedia di sana sesuai dengan tugas pokok dan tugas tambahan guru.
  3. Silakan di isi pada bagian berwarna biru muda. Tidak semua harus diisi, tetapi disesuaikan dengan yang dilaksanakan oleh guru yang bersangkutan.
  4. Jangan lupa edit juga target waktu yang akan dilakukan.
  5. Setelah selesai mengisi, silakan melakukan SORTIR kegiatan pada fitur SORTIR berwarna merah yang disediakan. Ceklis angka 1 dan klik OK. Maka kegiatan yang tidak dilakukan guru akan disembunyikan.
  6. Terakhir pada sheet ini, ISIKAN MANUAL Tanggal pembuatan SKP.
  7. Jika ada kegiatan yang ingin ditambahkan, silakan melakukan modifikasi aplikasi ini.
PENGUKURAN
  1. Pada sheet akan otomatis membaca rencana dari sheet SKP, sehingga langkah pertama yang harus dilakukan adalah melakukan SORTIR kegiatan pada fitur SORTIR yang tersedia.
  2. Selanjutnya silakan mengedit bagian REALISASI sesuai hasil yang telah dilakukan oleh guru.
  3. Silakan mengisi TANGGAL penilaian secara manual.
  4. Jika diperlukan bagian ini juga bisa dimodifikasi sesuai kebutuhan.
BUKU CATATAN PENILAIAN PERILAKU PNS
1.  Pada sheet ini silakan di isi manual PENILAIAN perilaku PNS

PENILAIAN
  1. Pada sheet kita tidak melakukan apa-apa, semua sudah terisi otomatis dari data yang telah kita input sebelumnya.
  2. Proses printout gunakan kertas A4 dengan pilihan LEGAL pada komputer. Dengan menggunakan A4 maka proses fotocopy menjadi A4 menjadi lebih mudah.
  3. Untuk nama kabupaten pada halaman pertama PENILAIAN silakan diganti secara manual.
CATATAN :
Aplikasi ini dibuat dengan menggunakan Office 2016 yang dapat berjalan di versi sebelumnya. Khusus pengguna Office 2007 apabila tidak dapat membuka aplikasi ini, silakan update Office 2007-nya dengan menggunakan Office 2007 SP3 yang dapat di download langsung dari situs resmi Microsoft.

DOWNLOAD DI SINI

Jelang akhir tahun dan memasuki awal tahun banyak administrasi yang harus di selesaikan. Nah, bagi teman-teman yang ada di SD seringkali harus mengerjakan sendiri, karena memang di SD jarang sekali yang memiliki tenaga TU tersendiri.

Untuk saat ini, diakui atau tidak kegiatan administrasi banyak di bantu oleh teman-teman dengan jabatan tambahan sebagai OPS.

Nah, karena banyak yang harus di selesaikan, sehingga harus di cari cara agar semua pekerjaan cepat selesai dan tidak memakan waktu yang banyak.

Sore ini saya ingin berbagi aplikasi sederhana untuk membuat Surat Keterangan Untuk Mendapatkan Pembayaran Tunjangan Keluarga seringkali di sebut sebagai Model DK, ada juga yang lebih familiar menyebut sebagai Model C.

Aplikasi ini berbasis Excel sederhana, sehingga mudah untuk mengerjakannya. Semoga aplikasi ini bisa membantu teman-teman menyelesaikan tugas-tugas administrasi sebagai OPS hehehe... OPS Assistant Application.

Tetap Semangat dan Tetap Berkarya....


Silakan bagi yang membutuhkan untuk unduh dari LINK DOWNLOAD INI

MKRdezign

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget