0
Satu lagi sebuah postingan di sebuah laman page FB yang melukiskan kenyataan di lapangan tentang pendidikan di negeri ini. Sayang jika tidak di arsipkan, agar mudah mencarinya sebagai bahan renungan bagi kita.

Pasti kita pernah merasakan bagaimana rasanya saat kesehatan kita terganggu. Dari yang ringan misalnya sakit kepala karena migrain, serangan flu atau kelelahan, Atau sekedar masuk angin, atau mungkin sakit perut.

Saat kita sedang kurang enak badan, pasti sulit bagi kita untuk konsentrasi mengerjakan suatu pekerjaan. Orang dewasa sekalipun. Bagaimana jika seorang siswa SD yang sedang sakit di rumah sakit di paksa mengikuti Ujian Sekolah. Saat kita sakit, untuk tidur nyaman saja mengalami kesulitan. Bagaimana jika harus memikirkan soal-soal ujian dengan pengawasan tiga orang guru.

Berikut ini kutipan dari laman page Gene Netto untuk kita resapi bersama-sama.

Apa ini menjadi bukti rusaknya sistem pendidikan di negara ini? Seorang anak SD yg sakit dgn demam berdarah DIPAKSAKAN ikut Ujian Nasional di rumah sakit. Orang tua minta tidak usah ikut UN, ditolak. Minta ditunda smp sehat, ditolak. Kata sekolah, mereka "tidak tahu caranya" menunda Ujian Nasional yang amat sakral. (Mungkin kl sudah koma atau mati, baru bisa dapat dispensasi). Ya sudah. Datanglah 3 petugas: Guru sekolah, guru pengawas, dan pejabat dinas pendidikan. Mrk dibayar utk duduk di kamar dgn satu anak selama 2 hari, hanya supaya dia bisa ikuti ujian yang "katanya" bukan syarat kelulusan, dan "katanya" hanya utk pemetaan kualitas pendidikan nasional. Kalau benar hanya utk pemetaan, kenapa nilai dari SATU anak SD begitu penting? Tidak masuk akal.
Setelah selesaikan UN, anak yang malang itu masuk ICU dalam keadaan sangat lemas. Sekarang masih di ICU dan makin kritis. Sayangnya, hanya proyek pemerintah yang penting dan mau dijaga, padahal seharusnya ANAK INDONESIA yang dinilai penting dan perlu dijaga!! (Proyek yg bernilai 600 milyar itu lebih bermanfaat kl digunakan utk beli buku sekolah!!)

Semoga suatu hari anak Indonesia bisa dapat kualitas pendidikan paling tinggi di dunia. Tapi selama 100 juta orang tua, 60 juta siswa, dan 3 juta guru diam dan "nrimo", saya tidak tahu bagaimana bisa terwujud. SILAHKAN SHARE ke teman2 yang lain. Semoga segera terjadi perubahan: Stop Ujian Nasional.

-Gene Netto

Post a Comment

Terima Kasih atas kunjungannya !!!
Silakan meninggalkan komentar, saran dan kritik yang membangun sebagai bahan evaluasi bagi saya. Jangan lupa, berkomentarlah dengan baik dan sopan.
Silakan copy paste artikel yang saya tulis, jangan lupa untuk menyebutkan sumbernya.

 
Top