October 2014

ANOMALI AIR
Zat cair lain membeku dari bawah ke atas; air membeku dari atas ke bawah. Ini merupakan sifat pertama yang tidak biasa dari air, dan ini sangat penting untuk keberadaan air di permukaan bumi. Kalau air tidak bersifat demikian, artinya es tidak mengapung, sebagian besar air planet kita akan terperangkap dalam es dan kehidupan tidak mungkin ada di laut, danau, kolam, dan sungai. Mari kita cermati secara terperinci mengapa demikian. Banyak tempat di dunia ini di mana suhu turun di bawah 0oC pada musim dingin, sering bahkan lebih rendah lagi. Suhu sedingin itu tentu saja akan mempengaruhi air di laut, danau, dsb. Air semakin dingin dan bagian-bagiannya mulai membeku. Jika es tidak berperilaku seperti sekarang ini (atau tidak mengambang), es akan tenggelam ke dasar sementara bagian air yang lebih hangat akan naik ke permukaan dan terkena udara.

Tetapi suhu udara itu masih membekukan sehingga bagian air ini akan membeku juga dan tenggelam. Proses ini akan berlanjut sampai tidak tersisa air cair sama sekali. Namun bukan itu yang terjadi. Melainkan sebaliknya: Ketika air semakin dingin, air menjadi lebih berat sampai suhunya mencapai 4oC, pada titik ini segala sesuatunya tiba-tiba berubah. Setelah itu, air mulai mengembang dan menjadi lebih ringan seiring menurunnya suhu. Akibatnya, air bersuhu 4oC tetap di bawah, air bersuhu 3oC berada di atasnya, air bersuhu 2oC berada di atasnya lagi dan seterusnya. Pada permukaan sajalah suhu air benar-benar mencapai 0oC dan di situ air membeku. Namun hanya permukaan yang membeku: Lapisan air bersuhu 4oC di bawah es tetap cair dan itu cukup bagi makh-luk hidup dan tanaman bawah air untuk terus hidup.

Es dan salju merupakan penghantar panas yang buruk, lapisan es dan salju mencegah panas pada air bagian bawah terlepas ke atmosfer. Akibatnya, kalaupun suhu udara mencapai -50oOC, tebal lapisan es laut tidak akan pernah lebih dari satu atau dua meter dan akan terdapat banyak retakan di dalamnya. Makhluk seperti anjing laut dan pinguin yang hidup di daerah kutub dapat mengambil keuntungan dari keadaan ini untuk mencapai air di bawah es.

Sekali lagi, mari kita memikirkan apa yang akan terjadi jika air tidak berperilaku seperti itu dan sebaliknya berperilaku "normal". Misalkan air menjadi semakin berat ketika suhu semakin rendah, seperti zat cair lainnya, dan es tenggelam. Lantas bagaimana?

Dalam kasus seperti itu, proses pembekuan di samudra dan laut akan dimulai dari bawah dan berlanjut ke semua bagian di atas, karena tidak ada lapisan es di permukaan yang mencegah sisa panas terlepas. Dengan kata lain, sebagian besar danau, laut dan samudra bumi akan menjadi es padat dengan lapisan air, barangkali sedalam beberapa meter di atasnya. Bahkan ketika suhu udara meningkat, es di dasar tidak akan pernah mencair sepenuhnya. Karena air membeku dari atas ke bawah, samudra dunia tetap cair meskipun mungkin ada lapisan es di permukaan. Jika air tidak memiliki sifat “luar biasa” ini, hampir semua air di dunia membeku dan kehidupan di dalam laut tidak akan mungkin. Dalam laut seperti itu, tidak akan terdapat kehidupan, dan dalam sistem ekologi dengan laut mati, kehidupan di daratan juga menjadi tidak mungkin. Dengan kata lain, jika air tidak "menyimpang" dan berperilaku normal, planet kita akan menjadi dunia yang mati.

Mengapa air tidak berperilaku normal? Mengapa air tiba-tiba mulai mengembang pada suhu 4oC, setelah menyusut sebagaimana mestinya? Itu adalah pertanyaan yang tak seorang pun mampu menjawabnya.

(Disarikan dari : Penciptaan Alam Semesta, Harun Yahya)


PERPINDAHAN KALOR
Kalor (panas) dapat berpindah  dari tempat yang bersuhu tinggi ke tempat yang bersuhu rendah. Perpindahan kalor terjadi melalui tiga cara yaitu  konveksi, konduksi dan radiasi.

1. Konveksi
Konveksi adalah peristiwa perpindahan kalor (panas) melalui aliran zat atau disertai aliran zat perantaranya. Contoh perpindahan kalor (panas) secara konveksi antara lain :
a. Ketika kita merebus kacang hijau ketika airnya telah memdidih maka ada pergerakan naik turun kacang hijau.
b. Ketika kita merebus air maka ada pergerakan air yang panas naik dan yang dingin turun.
c. Terjadinya angin darat dan angin laut, karena adanya perbedaan suhu di daratan dan di lautan.
Untuk memudahkan mengingat maka perpindahan panas secara konveksi kebanyakan diambil contohnya pada kegiatan perpindahan kalor yang berhubungan dengan benda cair.

2. Konduksi
Konduksi yaitu perpindahan kalor melalui zat perantara, tetapi zat perantara tersebut tidak ikut berpindah atau bergerak. Contoh perpindahan kalor secara konduksi adalah pada kegiatan perpindahan panas dengan perantaranta yang bersifat konduktor. Contoh perpindahan kalor secara konduksi antara lain :
a. Sendok akan terasapanas ketika kita mengaduk teh manis yang baru diseduh.
b. Ujung logam yang dibakar ketika kita pegang pada ujung yang lainnya akan tersa panas juga
c. Blueband akan meleleh ketika ketika di panaskan pada wajan.

3. Radiasi
Radiasi yaitu perpindahan kalor tanpa zat perantara. Contoh perpindahan kalor secara radiasi adalah :
a. Panas matahari sampai ke bumi.
b. Tubuh kita akan terasa hangat jika kita berada dekat api unggun
c. Tangan kita yang dingin jika di dekatkan dengan lampu yang menyala akan terasa hangat.

PENGELOLAAN PERPUSTAKAAN SEKOLAH BERBASIS MUTU
DI SDN JATIGUNUNG II KECAMATAN TULAKAN
KABUPATEN PACITAN.
NURHAYATI


The existence of a library in a school is a very important institution. Is a means of supporting the achievement of the vision and mission of an institution of school. Has the task to provide information services to all citizens of the school that students, teachers and employees. Goal of this research is to describe and analyze the characteristics of librarians, circulation service characteristics and conditions of the school library reading room based on the quality of SD Jatigunung II District Tulakan Pacitan. According to its kind, this study is a qualitative study using ethnographic research design. Data collection techniques in the study conducted by several methods: in-depth interviews, observation and documentation. Results of the study showed that librarians play an important role in reciprocation of the library. Status, educational background affect the performance of the librarian. Services must be carried out with proper circulation, fast and on target. However, due to the limitations of its human resource services is still less satisfactory circulation. Conditions owned by the library reading room is adequate for an elementary school library in the country.

Keywords : circulation; librarians; reading room


Keberadaan perpustakaan sekolah di suatu sekolah adalah sangat penting. Ibarat tubuh manusia, perpustakaan adalah organ jantung yang bertugas memompa darah ke seluruh tubuh. Bahkan karena sangat pentingnya keberadaan perpustakaan sekolah ini, pemerintah mencanangkan bulan September sebagai bulan gemar membaca dan hari kunjung perpustakaan.

Perpustakaan sekolah menyediakan informasi dan ide yang merupakan dasar keberhasilan fungsional dalam masyarakat masa kini yang berbasis pengetahuan dan informasi. Perpustakaan sekolah membekali peserta didik berupa keterampilan pembelajaran sepanjang hayat serta imajinasi, memungkinkan mereka hidup sebagai warganegara yang bertanggungjawab. Sebagai syarat mutlak peserta didik untuk dapat menggunakan perpustakaan, mereka harus bisa membaca dan mempunyai minat baca.

Sekolah Dasar Jatigunung II yang berada di kecamatan Tulakan Pacitan telah memfasilitasi peserta didik dengan adanya perpustakaan sekolah. Pelayanan dan fasilitas sudah terlihat cukup mendukung, sehingga sangat membantu siswa dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Kepala sekolah selalu mendukung siswa agar mau dan mampu memanfaatkan fasilitas yang ada, demikian pula keberadaan pustakawan yang ada juga selalu diprioritaskan untuk selalu memberikan pelayanan yang memuaskan.

Selain layanan, sarana prasarana juga mendukung dan memberikan kontribusi nilai jual perpustakaan yang cukup besar dalam memberikan kepuasan kepada siswa. Oleh karenanya, mutu perpustakaan sekolah di SD Jatigunung II ini menjadi cukup menarik dan bermutu karena pustakawan, layanan sirkulasi serta sarana prasarana yang benar-benar diperhitungkan keberadaannya.

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis tentang: (1) karakteristik pustakawan, (2) karakteristik layanan sirkulasi dan (3) kondisi ruang baca perpustakaan sekolah berbasis mutu di SD Jatigunung II Kecamatan Tulakan Kabupaten Pacitan.


Menurut jenisnya, penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Penelitian kualitatif lebih memberikan tekanan kepada pemahaman dan makna, berkaitan erat dengan nilai-nilai tertentu, lebih menekankan pada proses daripada pengukuran, mendeskripsikan, menafsirkan dan memberikan makna dan tidak cukup dengan penjelasan belaka dan memanfaatkan multimetode dalam penelitian. (Sutama, 2012 : 61).

Desain penelitian ini adalah etnografi. Metode penelitian etnografi dianggap mampu menggali informasi secara mendalam dengan sumber-sumber yang luas. Dengan teknik “observatory participant”, etnografi menjadi sebuah metode penelitian yang unik karena mengharuskan partisipasi peneliti secara langsung dalam sebuah masyarakat atau komunitas sosial tertentu. Yang lebih menarik sejatinya metode ini merupakan akar dari lahirnya ilmu antropologi yang kental dengan kajian masyarakatnya itu.


Perpustakaan Sekolah SDN Jatigunung II adalah salah satu unit organisasi yang ada di SDN Jatigunung II yang memiliki fungsi sebagi unsur penunjang bagi tercapainya visi dan misi SDN Jatigunung II. Mempunyai tugas memberi pelayanan informasi kepada semua warga sekolah yaitu siswa, guru dan karyawan SDN Jatigunung II.

Sejalan dengan kegiatan pembelajaran di kelas yang dikembangkan oleh guru kelas terutama kelas tinggi berupa kegiatan mandiri dan terstruktur yang lebih mengarah pada pemanfatan sarana perpustakaan. Di sisi lain untuk mengembangkan materi pelajaran dan menambah wawasan, para guru juga harus membaca dan menulis. Sebagaimana kita ketahui bahwa bahan-bahan pembelajaran banyak terdapat di perpustakaan yang merupakan pusat sumber informasi. Dengan demikian apabila perpustakaan sekolah dapat berfungsi dengan baik maka akan benar-benar berperan sebagai sarana penunjang dalam membantu proses pembelajaran.

Dalam rangka menunjang kegiatan pembelajaran bagi siswa dan guru, perpustakaan mutlak diperlukan. Maka mulai berdirinya SDN Jatigunung II yakni pada tahun 1963 perpustakaan sudah ada meskipun masih sangat sederhana dan jumlah koleksi yang terbatas. Pengadaan buku tergantung pada bantuan buku dari pemerintah.

Adapun visi perpustakaan SDN Jatigunung II adalah menjadi unit yang mampu menyediakan kebutuhan informasi untuk kegiatan belajar dan pengembangan diri semua warga sekolah.

Koleksi yang dimiliki perpustakaan SDN Jatigunung II terdiri dari koleksi monograf seperti buku, majalah, hasil penelitian, jurnal pendidikan, kliping siswa, koleksi audio visual dan beberapa koleksi digital. Berdasarkan jumlah koleksi yang ada khususnya koleksi buku yaitu sebanyak 225 judul dan 2.782 eksemplar maka rasio antara mahasiswa dan buku yang ada sekarang untuk judul adalah 1 : 2 dan untuk jumlah eksemplar adalah 1 : 19.


Puskawanan perpustakaan SDN Jatigunung II merupakan tenaga honorer sekolah dengan latar belakang pendidikan D2 Perpustakaan yang diangkat oleh Kepala Sekolah. Dan keberadaannya diakui sesuai dengan Permendiknas Nomor 24 Tahun 2008 tentang Standar Tenaga Administrasi Sekolah/Madrasah. Hal ini sesuai dengan penelitian Berger dan Smith (2008) yang menyatakan bahwa peran pustakawan sebagai salah satu profesi yang diakui keberadaannya.

Ada kesamaan dengan hasil penelitian Arian (2012) di SDN Mangkusuman I Kota Tegal yang merupakan satu-satunya SD di kota Tegal yang memiliki pustakawan dengan latar belakang perpustakaan resmi (D2 Perpustakaan).

Untuk membantu keterbatasan sumber daya manusia di perpustakaan maka ditunjuk juga dua orang guru honorer untuk membantu kegiatan sirkulasi di perpustakaan. Ada kesamaan dengan hasil penelitian Mendinhos (2009), perpustakaan sebagai pusat pembelajaran maka guru kelas harus dilibatkan untuk memenuhi misi ini.

Rahardja (2008) juga mengadakan penelitian tentang cara meningkatkan pemahaman guru tentang pengelolaan perpustakaan dengan cara melaksanakan kegiatan teknis pengelolaan perpustakaan untuk menumbuhkan minat baca siswa.

Untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusianya, sekolah memberi kesempatan seluas-seluasnya kepada tenaga perpustakaan untuk mengikuti pelatihan, seminar, dan sarasehan yang sering diadakan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Pacitan. Hal ini sejalan dengan hasil penelitian Widiasa (2007) bahwa manajemen perpustakaan sekolah pada dasarnya adalah proses mengoptimalkan sumber daya manusia untuk mencapai tujuan perpustakaan.

Hal yang sama juga diungkapkan oleh Suryantini Dkk (2007) yang menyatakan bahwa pembinaan sumber daya perpustakaan dimaksudkan untuk meningkatkan pengetahuan, kemampuan dan ketrampilan petugas perpustakaan dalam pengelolaan perpustakaan.

Selain itu juga sejalan dengan penelitian Surialaga (2008) yang menyatakan bahwa peningkatan kemampuan merupakan salah satu upaya dalam mengimbangi pesatnya perkembangan teknologi informasi dan komunikasi dalam bidang perpustakaan.


Layanan sirkulasi di perpustakan SDN Jatigunung II menggunakan system terbuka (open access system) yaitu system peminjaman buku yang memberikan kebebasan bagi para pemakai perpustakaan untuk mencari sendiri koleksi buku yang dibutuhkan di rak. Jika telah mendapatkannya maka mereka bisa membawa koleksi tersebut kepada petugas bagian sirkulasi untuk dicatat dan bisa dipinjam untuk dibawa pulang.

Layanan sirkulasi dengan system terbuka memberi kenyamanan kepada pengguna untuk memilih sendiri koleksi yang diinginkan, sehingga pengguna merasa nyaman dan tidak tertekan serta merasa puas berkunjung ke perpustakaan. Mehrjerdi, Dkk (2009) juga meneliti tentang pentingnya kualitas pelayanan untuk mengidentifikasi kesenjangan antara harapan pelanggan dan persepsi layanan yang diterima.

Sejalan dengan hal tersebut Nadiri dan Mayboudi (2010) menyatakan bahwa kualitas layanan dan fasilitas perpustakaan merupakan salah satu factor penting yang memiliki pengaruh signifikan terhadap kepuasan pengguna.

Dalam pelayanannya perpustakaan SDN Jatigunung II masih menggunakan system manual dan belum memanfaatkan system komputerisasi. Setiap siswa yang hendak meminjam buku koleksi perpustakan wajib menunjukkan kartu anggota perpustakaan yang dimilikinya. Kegunaan kartu ini adalah sebagai tanda pengenal pada waktu akan masuk perpustakaan sekolah dan dapat ditunjukkan sewaktu-waktu apabila akan meminjam.

Pengembalian koleksi perpustakaan oleh siswa yang meminjam buku, dilaksanakan dengan langkah-langkah sebagai berikut, siswa mengembalikan buku yang dipinjam, kemudian petugas memeriksa kondisi fisik buku, ada kerusakan atau tidak, sehingga dapat dilakukan tindak lanjut jika ditemukan ada buku yang rusak. Apabila buku masih dalam kondisi utuh, petugas mengambil kartu buku dan memasukkannya kembali ke dalam kantong buku yang tersedia. Petugas akan mencatat tanggal pengembalian yang terdapat dalam kartu peminjaman. Selanjutnya petugas menyimpan kartu peminjaman kembali ke laci dan buku disimpan di raknya semula.

Penggunaan Teknologi Informasi di perpustakaan ke depan memang harus dipikirkan, sesuai dengan penelitian oleh Ishak (2008) yang menemukan bahwa penggunaan teknologi informasi bertujuan untuk meningkatkan efisiensi kerja dan kualitas layanan kepada pengguna.

Dengan memanfaatkan Teknologi Informasi, pengelola perpustakaan dapat secara optimal memberikan layanan dalam rangka memenuhi kebutuhan informasi pengguna, sesuai dengan pendapat Santoso (2007) Pustakawan Universitas Malang dalam jurnalnya.

Sejalan dengan hasil penelitian Subrata (2009) yang menyatakan bahwa system Automasi Perpustakaan dengan menerapkan teknologi informasi pada pekerjaan administrative di perpustakaan sehingga layanan menjadi lebih efektif dan efisien.

Dari data hasil penelitian kesadaran siswa dalam menggunakan jasa layanan perpustakaan di SDN Jatigunung II masih tergolong rendah. Hal ini bisa dibuktikan dari tingkat kunjungan siswa yang rata-rata hanya sekitar 15-20 persen dari total siswa yang ada tiap harinya. Kesadaran siswa juga rendah dalam hal mentaati peraturan yang ada di perpustakaan seperti mengembalikan buku tidak tepat waktu dan mengembalikan buku yang dibaca tidak pada tempatnya, terkadang ditinggal begitu saja di meja baca.

Prasetyo dan Muliadi (2008) dalam penelitiannya juga menemukan adanya ketidakdisiplinan siswa dalam memanfaatkan fasilitas perpustakaan. Sehingga mengadakan penelitian untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh disiplin siswa dan mengkaji lebih lanjut upaya-upaya yang dilakukan sekolah untuk meningkatkan disiplin siswa dalam pemanfaatan fasilitas perpustakaan sekolah.

Rano, Dkk (2012) juga meneliti perilaku siswa dalam memanfaatkan fasilitas perpustakaan di SMA Negeri 1 Bonti. Bedanya Rano mempersempit penelitiannya khusus pada mata pelajaran Sosiologi.

Begitu juga Rahardja (2008) juga menemukan ketidak disiplinan siswa sehinga dalam penelitiannya selain meneliti pemahaman guru dalam pemahaman pengelolaan perpustakaan melalui kegiatan teknis pengelolaan perpustakaan juga meneliti tentang upaya yang dapat dilakukan untuk menertibkan siswa dan menumbuhkan minat baca siswa.


Dari hasil penelitian gedung perpustakaan SDN Jatigunung II merupakan gedung tunggal dengan satu ruangan tunggal tempat kegiatan kepustakaan di laksanakan. Namun demikian dengan penataan yang disesuaikan dengan fungsinya masing-masing, kegiatan kepustakaan di SDN Jatigunung II dapat berjalan dengan baik dan lancar.

Sesuai yang disampaikan Darmono (2007) bahwa keberadaan perpustakaan menjadi sangat penting dalam menunjang proses pembelajaran, untuk itu perlu dikembangkan sehingga bisa berfungsi sebagai sumber belajar bagi warga sekolah. Dan idealnya perpustakaan sekolah agar optimal harus memiliki gedung tersendiri.

Hal ini sesuai dengan hasil penelitian Yudi (2008) yang menyatakan bahwa sekolah yang memiliki fasilitas perpustakaan yang baik membuat siswa bisa dan terbiasa belajar dengan dengan baik pula.

Meja baca yang dipakai berupa meja persegi besar yang pas untuk kegiatan membaca dengan lesehan. Ada 3 (tiga) buah meja persegi besar di sediakan di ruang perpustakaan. Terbuat dari bahan kayu yang kuat. Sehingga siswa-siswi dapat membaca dengan santai atau mengerjakan tugas di perpustakaan. Hal ini sesuai dengan fungsi keempat ruangan perpustakaan, yakni sebagai tempat belajar secara bersama para siswa pada saat-saat tertentu. Selain itu pada saat-saat tertentu di ruangan baca digunakan sebagai tempat pemutaran film-film pendidikan atau pembelajaran yang memerlukan proyektor.

Kenyamanan ruang baca perpustakaan SDN Jatigunung II juga ditunjang dengan dan pemilihan warna dinding yang cerah sehingga ruangan berkesan lega dan lebih luas. Penempatan jendela di sekeliling ruangan memungkinkan pengunjung untuk memandang keluar yang memberikan perasaan bebas.

Hasil penelitian Anugrah (2013) juga menunjukkan pentingnya tata ruang perpustakaan untuk menciptakan suasana yang nyaman dan tenang sehingga memberi kenyamanan bagi pemustaka dan pengunjung perpustakaan untuk berlama-lama di perpustakaan.

Begitu juga Rahardja (2008) mengungkapkan bahwa salah satu upaya untuk menumbuhkan minat baca siswa dan senang berkunjung berkunjung ke perpustakaan adalah dengan menciptakan suasana yang nyaman di ruang baca perpustakaan.


Berdasarkan hasil pembahasan tentang perpustakaan berbasis mutu di SDN Jatigunung II disimpulkan sebagai bahwa pustakawan SDN Jatigunung II merupakan tenaga honorer sekolah yang diangkat oleh Kepala Sekolah dan memiliki latar belakang pendidikan yang sesuai dengan bidangnya yaitu D2 Perpustakaan.

Layanan sirkulasi yang digunakan di perpustakaan SDN Jatigunung II adalah menggunakan sistem layanan terbuka (open access system) yaitu system peminjaman buku yang memberikan kebebasan bagi para pemakai perpustakaan untuk mencari sendiri koleksi buku yang dibutuhkan di rak. Dalam pelayanannya masih secara manual belum menggunakan teknologi informasi komputer.

Kondisi ruang baca yang dimiliki perpustakaan SDN Jatigunung II sudah memadai untuk sebuah perpustakaan tingkat Sekolah Dasar di pedesaan. Fasilitas ruang baca yang meliputi karpet, meja lesehan, meja baca dan kursi sudah dapat menampung pengunjung yang datang.


Anugrah, Dexa, 2013. Penataan Ruangan di Perpustakaan Umum Kota Solok, Journal Ilmu Informasi Perpustakaan dan Kearsipan Vol. 1 No. 2 Maret 2013, Seri A.

Arian, Ayu Septi, 2012. Pengelolaan Perpustakaan Sekolah di Sekolah Dasar Negeri Mangkukusuman I Kota Tegal, Indonesian Journal of Curriculum and Educational Technology Studies, http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/jktp

Berger dan Smith, 2008. “The Role of Historically Black Colleges and Universities in Faculty Diversity” African Journal of Marketing Management Vol. 1(1) pp. 001-009 April, 2008. Available online http://www.academicjournals.org/ajmm ©2008 Academic Journals

Darmono, 2007. Pengembangan Perpustakaan Sekolah Sebagai Sumber Belajar, Jurnal Perpustakaan Universitas Negeri Malang, Tahun 1 Nomor 1, April 2007

Ishak, 2008. Pengelolaan Perpustakaan Berbasis Teknologi Informasi, Jurnal Study Perpustakaan dan Informasi, Vol. 4 No. 2, Desember 2008

Mehrjerdi, Yahia Zare, Hossein Sayyadi Toranlo, Reza Jamali, 2009. “Measuring academic libraries service quality in fuzzy environment” Journal: Performance Measurement and Metrics , vol. 10, no. 2, pp. 94-115, 2009

Nadiri, Halil, Seyed Muhammad Ali Mayboudi, 2010. “Diagnosing university students' zone of tolerance from university library services” Malaysian Journal of Library & Information Science, Vol.15, no.1, April 2010: 1-21

Prasetyo, P. Eko, Hari Muliadi, 2008. Pengaruh Disiplin Siswa dan Fasilitas Perpustakaan Sekolah Terhadap Prestasi Belajar Mata Pelajaran Ekonomi, Jurnal Pendidikan Ekonomi Vol. 3 No. 2 Juli, Tahun 2008.

Rahardja, Setya, 2008. Peningkatan Kemampuan Guru dalam Pengelolaan Perpustakaan dan Pembinaan Minat Baca Siswa di Sekolah Dasar, Mahasiswa Program Studi Manajemen Pendidikan FIP UNY, 2008.

Rano, Kelaus, 2012. Pemanfaatan Perpustakaan Sekolah oleh Siswa pada Mata Pelajaran Sosiologi di SMA Negeri 1 Bonti, Mahasiswa Pendidikan Sosiologi, FKIP Universitas Tanjungpura, Pontianak, 2012.

Santoso, Hari, 2009. Promosi Sebagai Media Pemberdayaan Perpustakaan Sekolah, Perpustakaan Universitas Negeri Malang, Jurnal Perpustakaan Sekolah Tahun 1, Nomor 1 – April 2007

Subrata, Gatot, S.Kom. 2009. Automasi Perpustakaan, Jurnal Pustakawan Perpustakaan UM, Oktober 2009

Surialaga, Tjetjep S, 2008. Kompetensi Sumber Daya Perpustakaan Pertanian, Jurnal Perpustakaan Pertanian Vol. 17 Nomor 1 2008

Suryantini, Heryanti, 2007. Efektivitas Pola Pembinaan Sumberdaya Perpustakaan, Jurnal Perpustakaan Pertanian Vol. 16 Nomor 1, 2007.

Sutama, M.Pd., Prof. Dr., 2012. Metode Penelitian Pendidikan, Kartasura : Penerbit Fairuz Media

Widiasa, I Ketut, 2007. Manajemen Perpustakaan Sekolah, Journal Perpustakaan Sekolah Tahun I Nomor 1 – April 2007, Perpustakaan Universitas Negeri Malang.

Yudi, Teguh, 2009. Peran Perpustakaan Sekolah dalam Mencetak Siswa Berprestasi, Jurnal Pustakawan Perpustakaan Universitas Negeri Malang.

CEK LEMBAR INFO PTK
Cara mengecek Lembar Cek Info PTK (Pendidik Tenaga Kependidikan) hasil Sinkronisasi Dapodikdas. Sobat Pendidik (Guru) kalau belum bisa mengecek sendiri bisa meminta bantuan Operator Sekolah tempat Ibu/Bapak mengajar atau rekan Guru yang bisa membantu Ibu/Bapak mengecek Lembar Cek Info PTK. Agar data Hasil Cek Info PTK dapat di print semuanya cuma sekedar saran lebih baik di buka di Google Chrome.
CEK LEMBAR INFO PTK
Baiklah, sebelumnya siapkan dahulu NUPTK (Nomor Unik Pendidik Tenaga Kependidikan) dan  bagi yang sudah bersertifikasi NRG (Nomor Registrasi Guru). Kemudian Bapak/Ibu buka alamat di bawah ini (Pilih Salah Satu saja ya) dan perhatikan cara mengisinya.
CEK LEMBAR INFO PTK





-
Demikian Postingan Tentang Lembar Cek Info PTK yang saya dapat dari P2TK Dikdas Kemdikbud, semoga bermanfaat. Mohon maaf kalau ada kesalahan dan kekurangan dalam penyajian Postingan Lembar Tunjangan Dikdas ini.  
Salam Satu Nusa, Satu Bangsa, Satu Bahasa, Satu Data.

 

The Meaning of Day..


Sky is everything you are..
behind the sweetest reflection..
amid the dream of dove and pigeon..
smell of the sea and wave that you have
my closed eyes and frozen tears
the sculpture of the past and love
tears for my beloved sea
a huge laugher of sadness
may be i will fly away far, near your roof, or not
then you will see my shadow, my wing or miss everything

writen by Razib Hassan



Morning wakes in my eyes..
But..
I miss my dreamless night..
Noon & Afternoon running through..
dark evening sits beside
my night returns with full moon
then i miss my soft foggy morn

I can't love who returns again
& again
I could die for her
Who'll never come,
I love her who can't love

It's the soundness of sleep
Who finds at last the layer of my vision
though the burning of sun
bitterness of cold blue night
that's all about my living
changing
the tune day by day

death...
what an art
what a beauty ?


PERAN ORANG TUA DALAM MEMACU
MINAT BACA ANAK DI RUMAH.

Oleh : Nurhayati

Abstrak

Kemampuan membaca sangat diperlukan oleh setiap orang yang ingin maju, memperluas pengetahuan, pengalaman, mempertinggi daya pikir, mempertajam penalaran untuk mencapai kemajuan dan peningkatan diri. Karena dengan membaca seseorang akan memperoleh informasi, ilmu pengetahuan dan pengalaman yang baru. Perkembangan iptek telah menghantarkan umat manusia ke situasi perkembangan global yang pada akhirnya akan secara bertahap akan membawa ke suatu masyarakat informasi. Globalisasi yang ditandai dengan berbagai macam perubahan dengan laju kecepatan yang luar biasa. Karena itu kita harus secara dini mengantisipasi secara aktif, proaktif mempersiapkan anak melalui proses belajar terus menerus. Dunia pendidikan saat ini dihadapkan dengan suatu kondisi, kurangnya kemauan dan kemampuan peserta didik, mencari, mengolah, mengembangkan informasi. Salah satu sebab adalah kurangnya minat baca pada anak. Membaca sangat penting dalam proses belajar individu di tengah arus globalisasi maka minat baca perlu terus dikembangkan sejak dini. Peran aktif orang tua sangat diperlukan untuk menyediakan lingkungan yang menunjang anak dalam mengembangkan kemampuan membacanya dalam mempersiapkan anak menghadapi masyarakat informasi yang berkembang dengan cepat.

Kata Kunci : Peran orang tua, minat baca anak, di rumah

Masalah yang masih cukup kompleks sekaligus menyedihkan adalah fenomena minat baca yang rendah pada hampir seluruh masyarakat kita. Sudah menjadi fenomena umum di negeri ini bahwa budaya lisan atau budaya mendengar lebih kuat mengakar dalam tradisi masyarakat dibandingkan budaya membaca. Hal ini terlihat pada realita yang sering kita temui di masyarakat, semisal lebih suka mendengar cerita dari orang lain daripada membaca sendiri, lebih nyaman mengisi waktu luang saat menunggu ataupun tidak melakukan aktivitas yang berarti dengan ngerumpi daripada menjatuhkan pilihan pada membaca, lebih senang pada tayangan-tayangan yang di-dubbing daripada harus membaca teks terjemahan tertulis dalam suatu tayangan, lebih riang menonton versi layar lebar dari sebuah cerita atau mendengarkan pembacaan puisi ataupun cerpen daripada membaca teks tertulis atau bukunya sendiri, dan sederet realita yang lain. Mengutip apa yang dikatakan Gunawan Susilo, norma dan etika sosial masyarakat belum menempatkan tulisan sebagai bagian dari keberadaban. Menyedihkan bila mengingat budaya yang seperti ini secara perlahan-lahan pasti juga akan berimplikasi pada perkembangan budaya membaca generasi selanjutnya, yaitu anak-anak dan remaja. Anak-anak yang tumbuh dalam lingkungan keluarga yang sangat menghargai buku dan aktivitas membaca, dapat dikatakan sangat beruntung mengingat arus budaya lisan yang sulit untuk ditebas sampai ke akarnya, namun hanya dapat diminimalisir. Sedangkan bagi yang tidak, mereka harus rela mengikuti pola tradisi orang-orang terdahulunya, padahal sebenarnya mereka belum tentu ingin dan tahu apa yang dimaksud. Anak cenderung menjadi duplikat orang yang mendidiknya sejak kecil. Ketika anak menginjak usia remaja, selain keluarga, pengaruh lingkungan pergaulan dan komunitas sehari-harinya akan sangat memberikan warna pada pemahamannya pada buku dan aktivitas membaca.

Buta huruf masih menjadi masalah yang serius di Indonesia. Hingga kini tingkat budaya baca kita secara nasional masih memprihatinkan. Realitas budaya baca di Indonesia yang masih kelabu ini, hendaknya menggugah dan memacu setiap lembaga pendidikan dan perpustakaan dengan segenap stake holder – termasuk media massa dan para pencinta bacaan – untuk secara sukarela berpartisipasi, bahkan proaktif memberikan sumbangsih mereka demi menumbuh kembangkan minat baca masyarakat. Termasuk di dalamnya peran orang tua di rumah yang bertanggungjawab penuh terhadap perkembangan putra-putrinya. Hal ini tentu membawa konsekuensi logis bahwa sebelum mengajak orang lain untuk maksud tadi, maka kita- terutama para orang tua- harus lebih dulu memiliki kegemaran membaca, agar ajakan yang luhur dan mulia ini bisa berpengaruh efektif terutama kepada anak-anak di rumah. Bukankah tak sedikit orang-orang yang sukses dan jadi orang besar berasal dari keluarga cinta baca? Setiap orang tua perlu mengapresiasi budaya baca dengan memberikan suri tauladan bagi keluarganya.

Diantara beragam kecerdasan yang dikenal dalam psikologi, seperti kecerdasan bahasa, logika, visual, auditoris, kinestetis, komunikasi verbal, spiritualitas, dan yang lain, kesemuanya dapat dirangkum, dimunculkan, ditumbuhkan,dikembangkan, sekaligus direkam oleh buku. (Budi Susilo, Gunawan : Buku dan Budaya Membaca : Indonesia yang tertunda ).

Selain media buku yang merupakan kanal bagi aktivitas membaca, aktivitas membaca sendiri ternyata memiliki banyak manfaat yang mungkin secara ilmiah belum banyak diketahui masyarakat kita sacara universal. Sebuah studi mengatakan bahwa aktivitas membaca dapat meningkatkan fungsi otak manusia. Yang melatar belakanginya adalah manusia terlahir dengan 100 - 200 milyar sel otak yang siap dikembangkan secara optimal, sehingga dapat menentukan intelegensi, kepribadian, dan kualitas hidup seseorang. Dan dikatakan juga, produksi sel neurogial ( = sel khusus yang terdapat pada unit dasar otak ) berkembang lebih tinggi karena aktivitas membaca disebabkan adanya akselerasi proses berpikir. ( Thompson, Berger, Berry dalam Clark, 1986 )

Rendahnya minat baca di negara kita pada dasarnya lebih disebabkan faktor internal dibanding faktor eksternal dari tiap individu warga masyarakat. Faktor eksternal (harga buku, mutu buku, lingkungan keluarga, dan sebagainya) jelas berpengaruh, tetapi pengaruh faktor internal lebih dominan. Jika setiap orang memiliki motivasi kuat, maka kebiasaan membaca (reading habit) akan meningkat, bahkan akhirnya bisa memiliki kecintaan membaca. Jadi, pertama-tama motivasi (dorongan, niat) membaca harus ditanamkan, karena merupakan stimulus serta need for achievement yang mampu membangkitkan kemauan membaca dari dalam diri kita masing-masing.

Orangtua selalu memerlukan waktu bersama anak-anak mereka di rumah, seberapa pun sibuknya mereka. Karenanya kita perlu memanfaatkan waktu berkumpul bersama anak-anak dengan sebaik-baiknya. Inilah saat bagi kita untuk memberikan bekal pada anak-anak untuk bisa memilih secara tepat dan bermanfaat mengenai apa saja yang bisa pelajari di luar rumah. Apa yang dapat dilakukan orang tua untuk menggugah minat baca anak di rumah ? Hal-hal apa saja yang dapat dilakukan orang tua untuk mengembangkan kemampuan membaca anak.

Kualitas pertemuan kita dengan anak-anak di rumah menjadi hal utama yang harus bisa kita ciptakan sebaik-baiknya, bila kita menginginkan anak-anak kita sukses di sekolah dan di masa mendatang. Salah satu alasannya karena jam belajar yang dijalani anak-anak di sekolah, tidak jauh lebih lama dengan waktu belajar yang mereka habisnya di rumah atau di luar sekolah.

Sebagai contoh, di Amerika Serikat waktu hari sekolah anak-anak tak lebih dari 180 hari dalam setahunnya dengan waktu belajar sekitar 9 jam per harinya. Di Indonesia, waktu belajar yang dijalani anak-anak di sekolah, bahkan jauh lebih sedikit. Setelah dipotong dengan waktu libur kwartal, hari besar nasional dan keagamaan, hari minggu, praktis jumlah hari sekolah sekitar 240 hari setiap tahun dengan waktu belajar berkisar antara 2 jam sampai 6 jam saja setiap harinya. Dengan asumsi anak-anak menghabiskan 6 jam jam di sekolah setiap hari, maka dalam 240 hari jumlah jam yang dihabiskan di sekolah mencapai 1440 jam atau setara dengan 60 hari. Dengan kata lain, dalam setahun sesungguhnya anak-anak kita hanya menghabiskan 60 hari saja untuk bersekolah. Selebihnya ia berada di luar sekolah. Karena itu, kualitas pertemuan antara orangtua dan anak di rumah, menjadi hal utama dan terpenting untuk bisa diciptakan agar anak bisa belajar dan memperoleh pengalaman berharga yang bisa menjadi bekal mereka meraih sukses kelak.

Kunci pertama (dan utama) agar pertemuan antara orangtua dan anak di rumah benar-benar berkualitas adalah komunikasi. Menciptakan suasana yang kondusif sekaligus produktif dalam berkomunikasi dengan anak-anak. Berupaya aktif bertanya juga mendengar tentang apa yang disampaikan anak. Dengan demikian komunikasi dengan anak akan benar-benar memiliki nilai manfaat yang sangat tinggi. Lewat komunikasi secara tidak langsung membantu anak membentuk pribadi yang mandiri dan penuh percaya diri.

Kunci kedua adalah mengupayakan agar semua proses belajar di rumah bersama anak bisa dilakukan sedini mungkin. Pada usia pra sekolah biarkan anak melihat dan mendengarkan orang tua membaca. Mengajak anak mengunjungi perpustakaan. Orang tua juga bisa menyediakan berbagai keperluan tulis menulis atau peralatan menggambar bagi anak-anak di rumah. Ini akan menunjang mereka untuk mencoba melakukan sesuatu yang secara tidak langsung merangsang mereka untuk kreatif. Mengajarkan anak-anak untuk melakukan kegiatan yang bermanfaat bagi pengembangan kemampuan mereka dan bukannya memberikan sesuatu sekadar untuk mereka kerjakan.

Kunci ketiga yang bisa mengantarkan anak Anda meraih sukses di sekolah adalah mengarahkan dan membantu mereka bagaimana menyelesaikan pekerjaan rumah dari sekolah. Untuk itu, kita perlu meyakinkan mereka bahwa pendidikan itu penting dan karenanya PR harus selalu dikerjakan. Selain itu, agar mereka bisa menyelesaikan PR itu dengan tenang, memberikan tempat khusus pada anak-anak untuk belajar, akan sangat membantu.

Lesley Mandell Morrow, profesor dan Pakar Pendidikan Belajar Membaca pada Usia Dini di Rutgers University, mengatakan orangtua hendaknya membiarkan anak belajar membaca dengan cara alamiah. Dari kegiatan sehari-hari, anak dapat belajar membaca. Kegiatan memasak, berjalan-jalan, makan bersama, berbelanja bisa menjadi kesempatan berharga untuk memacu anak belajar membaca secara bebas.

Menurut Morrow, kemampuan membaca harus dipelajari dan dipraktikkan dengan sukarela tak ubahnya kemampuan berbicara dan memahami. Tinggal bagaimana orangtua menjadikan kegiatan belajar membaca sebagai bagian dari ritual sehari-hari. Kegiatan yang dilakukan bersama antara anak dan orang tua ini juga akan mendorong orang tua untuk kembali gemar membaca.

Berangkat dari konsep teori Morrow tersebut maka kita dapat memanfaatkan keseharian kita bersama anak untuk mengembangkan kemampuan membacanya. Beberapa kegiatan keseharian yang dapat dimanfaatkan untuk belajar dengan anak antara lain :

Memasak bersama
Anak-anak akan merasa senang sekali jika dilibatkan dalam kegiatan sehari-hari seperti memasak. Selain akan mengasah pengetahuan anak juga akan menimbulkan perasaan dihargai bagi anak. Saat memasak, mintalah anak untuk membaca resep. Selain itu, ajak anak untuk ikut menyiapkan makanan dengan cara membaca label yang tertera. Kita juga dapat meminta anak untuk menyebutkan bahan makanan, bumbu-bumbu yang diperlukan, peralatan yang dipakai untuk memasak. Pada kesempatan lain kita bisa meminta anak untuk menuliskannya pada buku belajarnya. Beri motivasi pada anak dengan memberikan penghargaan kecil, misalnya : diberi tanda bintang atau memajangkan karyanya di papan pajang di rumah.

Berjalan-jalan bersama
Acara jalan-jalan atau pergi ke tempat rekreasi tentu menjadi acara yang sangat menyenangkan bagi anak. Dengan suasana yang gembira manfaatkan kesempatn tersebut untuk belajar. Kita bisa mengajarnya membaca lewat nama-nama binatang, tanaman, dan benda yang ditemui di jalan. Mencatat nama benda-benda itu dan minta si kecil membacanya. Begitu pula saat malam tiba, Anda bisa mengajak si kecil menyaksikan benda-benda langit, menulis namanya dan meminta anak membacanya kembali sambil menunjuk benda-benda yang dibacanya.

Saat makan bersama
Makan bersama seharusnya menjadi acara wajib dalam keluarga. Makan bersama bisa menambah harmonis keluarga, rasa kebersamaan dan kekeluargaan.Acara makan bersama bisa pula menjadi ajang belajar membaca bagi si kecil. Mintalah si kecil untuk mengambilkan botol atau kemasan bertulisan. Dengan 'tantangan' itu anak akan mencoba membaca tulisan yang ada pada botol atau kemasan. Riset menunjukkan, semakin banyak waktu yang dilewatkan bersama keluarga di meja makan, semakin besar kemungkinan bagi si kecil untuk menguasai berbagai kosa kata. "Keluarga yang terbiasa berdiskusi di meja makan biasanya akan memberikan kesempatan berbicara pada anak-anaknya dan itu bermanfaat untuk melatih perbendaharaan kosa kata si kecil dan dengan sendirinya membantu mereka saat belajar membaca," kata Morrow.

Belanja bersama
Sebelum pergi berbelanja bersama si kecil, buatlah daftar barang belanjaan terlebih dulu. Lantas, dengan gaya pemburu, minta anak mencari barang yang dimaksud dengan membawa daftar belanjaan. Si kecil akan membiasakan untuk mencocokkan daftar belanjaan dengan barang yang ia temukan di rak. Membaca tanda-tanda yang ada di toko juga akan menjadi kegiatan yang mengasyikkan bagi si kecil.

Membaca koran.
Koran memberi peluang besar pada anak untuk belajar membaca. Rubrik yang memikat seperti komik dan perjalanan yang penuh warna akan menarik mata si kecil. Bagi anak yang sudah bisa membaca meski tertatih-tatih, kita dapat memberikan majalah atau tabloid khusus untuk anak-anak. Sehingga anak-anak merasa memiliki medianya sendiri. Media anak-anak biasanya penuh warna dan menarik untuk dibaca, sehingga anak lebih bersemangat untuk melatih kemampuan membacanya dan mengembangkan kegemaran membacanya. Diskusikan dengan si kecil apa saja yang Anda baca bersamanya. Biasakan si kecil untuk mengkliping bagian yang disukai. Orang tua bisa menyediakan “file” untuk mengkoleksi artikel yang disukai. Suatu saat di kemudian hari bisa jadi kliping tersebut akan membawa manfaat tersendiri bagi anak ketika dewasa. Kegiatan ini juga memotivasi anak untuk mendapatkan informasi-informasi yang dianggapnya penting, sehingga akan memperkaya anak dengan pengetahuan dan wawasan yang luas.

Bercerita bergantian
Orang tua sebagai satu-satunya pemberi pengaruh terbesar harus juga memanjakan anak-anak mereka dengan bahan bacaan pilihan, mendongeng untuk anak, serta mengajari anak membaca secara nyaring sejak dini. Membiasakan bercerita pada si kecil dengan cara membaca akan mendorong anak untuk membaca juga. Bisa juga dengan memberi kesempatan pada anak untuk menceritakan pengalaman menariknya hari ini atau minggu ini. Minta anak untuk membuat karangan kecil mengenai pengalamannya tersebut dan memintanya untuk membacakannya. Agar lebih termotivasi orang tua bisa memanfaatkan teman-teman si kecil untuk ikut serta. Sehingga anak akan berlomba-lomba untuk membuat yang terbaik. Penghargaan kecil akan sangat berarti bagi anak. Berikan pujian jika anak dapat melakukannya.

Menonton aktif
Televisi sepertinya sudah tidak bisa dipisahkan dengan kehidupan kita dan anak-anak kita. Hampir sebagian besar waktu bermain anak-anak di depan TV. Bimbing anak untuk memanfaatkan setiap kesempatan untuk mendapatkan pengalaman dan wawasan. Jangan jadi penonton pasif bila ada di depan televisi. Saat menonton TV bersama anak, mintalah ia belajar membaca teks, tulisan atau apa pun yang muncul di layar. Bagi anak yang sudah agak besar bisa diminta untuk menuliskan kembali cerita/kisah dalam tayangan yang baru saja disaksikannya.

Orangtua suportif
Terkadang dari rasa ingin tahu anak yang besar, anak akan menanyakan hal-hal yang diluar dugaan kita. Anak yang kreatif dan suka mencari informasi, maka ia akan lebih sering bertanya. Jika tak tahu, tak ingat, atau tak memahami apa yang ditanyakan si kecil jangan ragu untuk mengakuinya, namun berjanjilah untuk mencari jawabannya. Bukalah buku, ensiklopedia, kamus, atau Internet bersama si kecil untuk mencari jawaban. Bacalah bersama. Tidak terlalu dini untuk memperkenalkan internet pada anak. Anak yang sudah bisa membaca lancar bisa kita ajak untuk surfing di internet. Karena di internet kita bisa mendapatkan semua informasi yang kita inginkan kapanpun.

Buku sebagai teman setia
Anak yang sudah bisa mambaca dan menulis, berikan buku harian mungil yang berwarna-warni untuk dibawa kemanapun ia pergi. Biasakan anak untuk mencatat hal-hal yang menarik atau menyentuh hatinya. Sebelum bepergian, misalnya ke dokter gigi, rumah makan atau sekedar jalan-jalan, mintalah anak untuk membawa buku kesukaannya. Dengan demikian buku dapat menjadi tempat pelarian pertama yang nyaman ketika anak dihinggapi rasa bosan dengan sekelilingnya. Buku bisa menjadi sahabat karib anak, khususnya pada saat-saat anak perlu menghibur diri karena tidak ada hal lain yang menarik di sekitarnya.

Buku sebagai salah satu hadiah yang dinantikan
Ketika si kecil merayakan Ulang Tahun berikan hadiah buku bacaan yang bermanfaat. Walaupun kadang anak tidak tertarik dengan buku yang kita berikan, orang tua tidak perlu uring-uringan atau langsung membombardirnya dengan nasehat-nasehat tentang pentingnya membaca buku. Dengan sedikit promosi tentang hal-hal yang menarik dari buku tersebut, anak bisa berubah pikiran dan menjadi tertarik. Nah, kuncinya orang tua sendiri juga harus tahu dan tertarik dengan buku apa yang diberikan kepada anaknya. Pastikan kita sudah tahu sekilas isi buku yang kita berikan pada anak.
Toko buku sebagai tempat favorit untuk dikunjungi

Pergi ke toko buku tidak berarti Anda harus membelanjakan uang di sana. Dengan sering mengunjungi toko buku anak menjadi terbiasa untuk melihat perkembangan buku-buku yang ada. Jangan selalu menuruti keinginan anak dalam hal membeli buku tapi ajarkan dia ketrampilan dalam memilih dan menilai buku yang baik, karena ini lebih penting. Pada saat-saat tertentu ijinkan dia memilih sendiri buku yang ingin Anda belikan dan tanyakan kenapa ia memilih buku tersebut. Jika alasannya baik, Anda perlu memberikan pujian persetujuan sehingga ia tahu bahwa ia sudah melakukan hal yang benar.

Membuat Perpustakaan Kecil di Rumah
Perpustakaan tidak harus lengkap dan memiliki koleksi buku yang banyak. Kita tidak perlu memaksakan untuk mengisi perpustakaan dengan koleksi yang lengkap. Mintalah anak untuk memanfaatkan koran bekas dan mengkliping hal-hal yang menarik sesuai dengan tema. Hasilnya bisa menjadi koleksi perpustakaan mini di rumah. Biasakan anak-anak untuk merawat buku-bukunya sehingga bisa dibaca di kemudian hari. Buku-buku pelajaran sekolah yang tidak terpakai jangan buru-buru untuk menjualnya kepada tukang loak. Simpanlah di perpustakaan mini di rumah. Suatu saat pasti ada manfaatnya.

Bermain untuk mengembangkan ketrampilan berbahasa
Kemampuan anak berbahasa mempengaruhi ketrampilan anak dalam membaca. Anak yang kurang trampil membaca menjadi malas membaca, ini adalah fakta. Nah, karena orientasi aktivitas anak-anak kecil lebih cenderung ke permainan, maka latihlah anak untuk trampil berbahasa dengan memberikan permainan-permainan yang menggunakan kata-kata, misalnya sebutkan kata benda yang berawalan dengan huruf 'b'; atau sebutkan lawannya kata 'jauh'; sebutkan 5 kata lain yang berhubungan dengan balon.... dan seterusnya. Dengan semakin menguasai bahasa, maka anak akan semakin percaya diri dan bersemangat untuk menaklukkan buku-buku.

Memanfaatkan Teknologi
Bagi keluarga yang memiliki perangkat komputer, kita dapat mencari CD interaktif yang banyak di jual toko-toko komputer untuk melatih kemampuan berbahasa anak. Dengan tayangan yang menarik tentu akan menambah semangat dan minat anak untuk mengembangkan kemampuannya. Tentu saja tidak lepas dari bimbingan orang tua. Karena tanpa bimbingan maka anak hanya akan menganggapnya sebagai hiburan dan permainan belaka. Asal sentuh dan asal klik saja. Sejak usia 3 tahun anak sudah bisa menguasai mouse, tidak ada salahnya untuk mengajarinya mengenal komputer.

KESIMPULAN
Esensi buku yang sangat penting dalam membuka wawasan, pengetahuan, serta cakrawala berpikir, dan pendamping proses pembelajaran seumur hidup, hendaknya dipahami sebagai suatu penghargaan yang tinggi dalam menempatkan buku dan budaya membaca sebagai suatu bagian peradaban dari kehidupan modern dewasa ini. Apalagi ditambah dengan mengingat manfaat membaca yang sangat baik dalam melatih sel-sel otak menuju pribadi yang selalu bersemangat untuk menjadi lebih baik dan membuahkan prestasi yang lebih tinggi. Membaca dapat pula memberikan manfaat dan nilai guna yang semata-mata bukan hanya demi meningkatkan indeks melek huruf, melainkan juga melengkapi aspek kerohanian masyarakat Indonesia. Aspek rohani inilah yang nantinya akan menjadi sumber energi bagi intelektualitas, sikap hidup, dan kepribadian manusia yang positif.

Gerakan Pembudayaan Membaca dan Menghargai Buku harus benar-benar direaliasaikan dalam kehidupan anak sehari-hari. Langkah awal bisa dimulai dengan merubah image buku yang kuno, tidak modern, dan statis menjadi icon baru yang menyatakan buku sebagai suatu yang gaul, modern, dan dinamis. Mengenalnya kepada anak betapa pentingnya sebuah buku dan manfaat yang dapat diperoleh dari membaca buku. Gerakan kecil dapat dimulai dari diri kita sendiri dan selanjutnya mengajak anak-anak kita sebagai orang yang terdekat untuk menjadi gemar membaca dan mencintai buku sebagai sumber ilmu pengetahuan. Secara luas membaca tidak harus diartikan dengan membaca buku-buku saja, surfing internet, menyaksikan tayangan televisi, juga menjadi bagian upaya untuk menambah wawasan yang ketrampilan dasarnya diawali dari membaca.

Peran orang tua di rumah untuk memanfaatkan setiap kesempatan bersama anak sehingga setiap pertemuan dengan anak di rumah lebih bermakna sehingga dapat menjadi bekal bagi anak untuk menapak masa depannya yang lebih menentukan. Siapapun menginginkan putra-putrinya memiliki masa depan yang cerah. Namun masa depan harus diperjuangkan sejak dini. Karena masa depan tidak akan datang dengan sendirinya. Peran serta orang tua dalam membimbing putra-putrinya sangat diperlukan. Terutama ketrampilan membaca, karena dengan membaca maka kita akan dapat melihat seluruh sisi dunia. Kemampuan membaca sangat diperlukan bagi setiap orang yang ingin menambah kualitas diri. Buku adalah Gudang Ilmu dan Membaca adalah kuncinya. Tugas orang tua adalah membekali anak dengan membaca sebagai kunci untuk membuku gudang ilmu. Melatih dan membimbing anak dengan penuh kesabaran dan ketlatenan, karena setiap anak berbeda dan memiliki karakter sendiri-sendiri. Dan akhirnya semoga tulisan kecil ini bisa memberikan manfaat bagi pembaca dalam membimbing putra-putrinya di rumah, semoga sukses senantiasa menyertai langkah kita.

DAFTAR PUSTAKA

Ali Qaimi, Dr., 2003, Peran Ganda Ibu dalam Mendidik Anak, Penerbit Cahaya, Bogor
Darmijadi Zuhdi dan Budiasih, Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, PAS Yogyakarta.
Siskandar, MA, Dr, 2002, KBK dalam Fasilitator edisi 1.
Sumadi Suryabrata, BA, MA, Ed.S, Ph.D, Drs., 2004, Psikologi Pendidikan, PT. Raja Grafindo Persada, Jakarta
Thabrani, 2002, Memacu Minat Baca Anak, dalam Fasilitator edisi 3.
Wied Harry, LR. Supriyapto Yahya, Djati S, 1999, Psikologi Anak, Majalah Intisari
www.e-smartschool.com
www.sabdaspace.org
www.dunia-ibu.org
www.dunia-anak.org
Yeti Mulyati, M.Pd. Dra, 2000, Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia di Kelas Tinggi, Pusat Penerbitan Universitas Terbuka.
______ Berbuat Bersama, Berperan Bersama Setara, Acuan Penerapan PRA, 1990, Bandung : Studio Driya Media.

Privacy Policy for NURHAYATI MUALIF BLOG

Privacy Policy for NURHAYATI MUALIF BLOG.

If you require any more information or have any questions about our privacy policy, please feel free to contact us by email at http://nurhayatimualif.blogspot.com/2014/10/contact-us.html.
At http://nurhayatimualif.blogspot.com we consider the privacy of our visitors to be extremely important. This privacy policy document describes in detail the types of personal information is collected and recorded by http://nurhayatimualif.blogspot.com and how we use it.
Log Files
Like many other Web sites, http://nurhayatimualif.blogspot.com makes use of log files. These files merely logs visitors to the site - usually a standard procedure for hosting companies and a part of hosting services's analytics. The information inside the log files includes internet protocol (IP) addresses, browser type, Internet Service Provider (ISP), date/time stamp, referring/exit pages, and possibly the number of clicks. This information is used to analyze trends, administer the site, track user's movement around the site, and gather demographic information. IP addresses, and other such information are not linked to any information that is personally identifiable.
Cookies and Web Beacons
http://nurhayatimualif.blogspot.com uses cookies to store information about visitors' preferences, to record user-specific information on which pages the site visitor accesses or visits, and to personalize or customize our web page content based upon visitors' browser type or other information that the visitor sends via their browser.
DoubleClick DART Cookie
→ Google, as a third party vendor, uses cookies to serve ads on http://nurhayatimualif.blogspot.com.
→ Google's use of the DART cookie enables it to serve ads to our site's visitors based upon their visit to http://nurhayatimualif.blogspot.com and other sites on the Internet. → Users may opt out of the use of the DART cookie by visiting the Google ad and content network privacy policy at the following URL - http://www.google.com/privacy_ads.html
Our Advertising Partners
Some of our advertising partners may use cookies and web beacons on our site. Our advertising partners include .......
  • Google
  • Commission Junction
  • Amazon
  • Widget Bucks
  • Adbrite
  • Clickbank
  • Linkshare
  • Yahoo! Publisher Network
  • Azoogle
  • Chitika
  • Kontera
  • TradeDoubler
  • Other
While each of these advertising partners has their own Privacy Policy for their site, an updated and hyperlinked resource is maintained here: Privacy Policies.

You may consult this listing to find the privacy policy for each of the advertising partners of http://nurhayatimualif.blogspot.com.
These third-party ad servers or ad networks use technology in their respective advertisements and links that appear on http://nurhayatimualif.blogspot.com and which are sent directly to your browser. They automatically receive your IP address when this occurs. Other technologies (such as cookies, JavaScript, or Web Beacons) may also be used by our site's third-party ad networks to measure the effectiveness of their advertising campaigns and/or to personalize the advertising content that you see on the site.
http://nurhayatimualif.blogspot.com has no access to or control over these cookies that are used by third-party advertisers.
Third Party Privacy Policies
You should consult the respective privacy policies of these third-party ad servers for more detailed information on their practices as well as for instructions about how to opt-out of certain practices. http://nurhayatimualif.blogspot.com's privacy policy does not apply to, and we cannot control the activities of, such other advertisers or web sites. You may find a comprehensive listing of these privacy policies and their links here: Privacy Policy Links.
If you wish to disable cookies, you may do so through your individual browser options. More detailed information about cookie management with specific web browsers can be found at the browsers' respective websites. What Are Cookies?

Children's Information
We believe it is important to provide added protection for children online. We encourage parents and guardians to spend time online with their children to observe, participate in and/or monitor and guide their online activity.
http://nurhayatimualif.blogspot.com does not knowingly collect any personally identifiable information from children under the age of 13. If a parent or guardian believes that http://nurhayatimualif.blogspot.com has in its database the personally-identifiable information of a child under the age of 13, please contact us immediately (using the contact in the first paragraph) and we will use our best efforts to promptly remove such information from our records.

Online Privacy Policy Only

This privacy policy applies only to our online activities and is valid for visitors to our website and regarding information shared and/or collected there.
This policy does not apply to any information collected offline or via channels other than this website.
Consent
By using our website, you hereby consent to our privacy policy and agree to its terms.

Update
This Privacy Policy was last updated on: Sunday, October 26th, 2014.

Should we update, amend or make any changes to our privacy policy, those changes will be posted here.


 
PERSONAL BLOG Web Site Agreement

The NURHAYATI MUALIF BLOG Web Site (the "Site") is an online information service provided by PERSONAL BLOG ("NURHAYATI MUALIF BLOG "), subject to your compliance with the terms and conditions set forth below. PLEASE READ THIS DOCUMENT CAREFULLY BEFORE ACCESSING OR USING THE SITE. BY ACCESSING OR USING THE SITE, YOU AGREE TO BE BOUND BY THE TERMS AND CONDITIONS SET FORTH BELOW. IF YOU DO NOT WISH TO BE BOUND BY THESE TERMS AND CONDITIONS, YOU MAY NOT ACCESS OR USE THE SITE. NURHAYATI MUALIF BLOG MAY MODIFY THIS AGREEMENT AT ANY TIME, AND SUCH MODIFICATIONS SHALL BE EFFECTIVE IMMEDIATELY UPON POSTING OF THE MODIFIED AGREEMENT ON THE SITE. YOU AGREE TO REVIEW THE AGREEMENT PERIODICALLY TO BE AWARE OF SUCH MODIFICATIONS AND YOUR CONTINUED ACCESS OR USE OF THE SITE SHALL BE DEEMED YOUR CONCLUSIVE ACCEPTANCE OF THE MODIFIED AGREEMENT.

1. Copyright, Licenses and Idea Submissions.

The entire contents of the Site are protected by international copyright and trademark laws. The owner of the copyrights and trademarks are NURHAYATI MUALIF BLOG, its affiliates or other third party licensors. YOU MAY NOT MODIFY, COPY, REPRODUCE, REPUBLISH, UPLOAD, POST, TRANSMIT, OR DISTRIBUTE, IN ANY MANNER, THE MATERIAL ON THE SITE, INCLUDING TEXT, GRAPHICS, CODE AND/OR SOFTWARE. You may print and download portions of material from the different areas of the Site solely for your own non-commercial use provided that you agree not to change or delete any copyright or proprietary notices from the materials. You agree to grant to NURHAYATI MUALIF BLOG a non-exclusive, royalty-free, worldwide, perpetual license, with the right to sub-license, to reproduce, distribute, transmit, create derivative works of, publicly display and publicly perform any materials and other information (including, without limitation, ideas contained therein for new or improved products and services) you submit to any public areas of the Site (such as bulletin boards, forums and newsgroups) or by e-mail to NURHAYATI MUALIF BLOG by all means and in any media now known or hereafter developed. You also grant to NURHAYATI MUALIF BLOG the right to use your name in connection with the submitted materials and other information as well as in connection with all advertising, marketing and promotional material related thereto. You agree that you shall have no recourse against NURHAYATI MUALIF BLOG for any alleged or actual infringement or misappropriation of any proprietary right in your communications to NURHAYATI MUALIF BLOG.

TrafficServer 1.01 TRADEMARKS.

Publications, products, content or services referenced herein or on the Site are the exclusive trademarks or servicemarks of NURHAYATI MUALIF BLOG. Other product and company names mentioned in the Site may be the trademarks of their respective owners.

2. Use of the Site.

You understand that, except for information, products or services clearly identified as being supplied by NURHAYATI MUALIF BLOG, NURHAYATI MUALIF BLOGdoes not operate, control or endorse any information, products or services on the Internet in any way. Except for NURHAYATI MUALIF BLOG- identified information, products or services, all information, products and services offered through the Site or on the Internet generally are offered by third parties, that are not affiliated with NURHAYATI MUALIF BLOG a. You also understand that NURHAYATI MUALIF BLOG cannot and does not guarantee or warrant that files available for downloading through the Site will be free of infection or viruses, worms, Trojan horses or other code that manifest contaminating or destructive properties. You are responsible for implementing sufficient procedures and checkpoints to satisfy your particular requirements for accuracy of data input and output, and for maintaining a means external to the Site for the reconstruction of any lost data.

YOU ASSUME TOTAL RESPONSIBILITY AND RISK FOR YOUR USE OF THE SITE AND THE INTERNET. NURHAYATI MUALIF BLOG PROVIDES THE SITE AND RELATED INFORMATION "AS IS" AND DOES NOT MAKE ANY EXPRESS OR IMPLIED WARRANTIES, REPRESENTATIONS OR ENDORSEMENTS WHATSOEVER (INCLUDING WITHOUT LIMITATION WARRANTIES OF TITLE OR NONINFRINGEMENT, OR THE IMPLIED WARRANTIES OF MERCHANTABILITY OR FITNESS FOR A PARTICULAR PURPOSE) WITH REGARD TO THE SERVICE, ANY MERCHANDISE INFORMATION OR SERVICE PROVIDED THROUGH THE SERVICE OR ON THE INTERNET GENERALLY, AND NURHAYATI MUALIF BLOG SHALL NOT BE LIABLE FOR ANY COST OR DAMAGE ARISING EITHER DIRECTLY OR INDIRECTLY FROM ANY SUCH TRANSACTION. IT IS SOLELY YOUR RESPONSIBILITY TO EVALUATE THE ACCURACY, COMPLETENESS AND USEFULNESS OF ALL OPINIONS, ADVICE, SERVICES, MERCHANDISE AND OTHER INFORMATION PROVIDED THROUGH THE SERVICE OR ON THE INTERNET GENERALLY. NURHAYATI MUALIF BLOG DOES NOT WARRANT THAT THE SERVICE WILL BE UNINTERRUPTED OR ERROR-FREE OR THAT DEFECTS IN THE SERVICE WILL BE CORRECTED.

YOU UNDERSTAND FURTHER THAT THE PURE NATURE OF THE INTERNET CONTAINS UNEDITED MATERIALS SOME OF WHICH ARE SEXUALLY EXPLICIT OR MAY BE OFFENSIVE TO YOU. YOUR ACCESS TO SUCH MATERIALS IS AT YOUR RISK. NURHAYATI MUALIF BLOG HAS NO CONTROL OVER AND ACCEPTS NO RESPONSIBILITY WHATSOEVER FOR SUCH MATERIALS.

LIMITATION OF LIABILITY

IN NO EVENT WILL NURHAYATI MUALIF BLOG BE LIABLE FOR (I) ANY INCIDENTAL, CONSEQUENTIAL, OR INDIRECT DAMAGES (INCLUDING, BUT NOT LIMITED TO, DAMAGES FOR LOSS OF PROFITS, BUSINESS INTERRUPTION, LOSS OF PROGRAMS OR INFORMATION, AND THE LIKE) ARISING OUT OF THE USE OF OR INABILITY TO USE THE SERVICE, OR ANY INFORMATION, OR TRANSACTIONS PROVIDED ON THE SERVICE, OR DOWNLOADED FROM THE SERVICE, OR ANY DELAY OF SUCH INFORMATION OR SERVICE. EVEN IF NURHAYATI MUALIF BLOG OR ITS AUTHORIZED REPRESENTATIVES HAVE BEEN ADVISED OF THE POSSIBILITY OF SUCH DAMAGES, OR (II) ANY CLAIM ATTRIBUTABLE TO ERRORS, OMISSIONS, OR OTHER INACCURACIES IN THE SERVICE AND/OR MATERIALS OR INFORMATION DOWNLOADED THROUGH THE SERVICE. BECAUSE SOME STATES DO NOT ALLOW THE EXCLUSION OR LIMITATION OF LIABILITY FOR CONSEQUENTIAL OR INCIDENTAL DAMAGES, THE ABOVE LIMITATION MAY NOT APPLY TO YOU. IN SUCH STATES, NURHAYATI MUALIF BLOG LIABILITY IS LIMITED TO THE GREATEST EXTENT PERMITTED BY LAW.

NURHAYATI MUALIF BLOG makes no representations whatsoever about any other web site which you may access through this one or which may link to this Site. When you access a non-NURHAYATI MUALIF BLOG web site, please understand that it is independent from NURHAYATI MUALIF BLOG, and that NURHAYATI MUALIF BLOG has no control over the content on that web site. In addition, a link to a NURHAYATI MUALIF BLOG web site does not mean that NURHAYATI MUALIF BLOG endorses or accepts any responsibility for the content, or the use, of such web site.

3. Indemnification.

You agree to indemnify, defend and hold harmless NURHAYATI MUALIF BLOG, its officers, directors, employees, agents, licensors, suppliers and any third party information providers to the Service from and against all losses, expenses, damages and costs, including reasonable attorneys' fees, resulting from any violation of this Agreement (including negligent or wrongful conduct) by you or any other person accessing the Service.

4. Third Party Rights.

The provisions of paragraphs 2 (Use of the Service), and 3 (Indemnification) are for the benefit of NURHAYATI MUALIF BLOG and its officers, directors, employees, agents, licensors, suppliers, and any third party information providers to the Service. Each of these individuals or entities shall have the right to assert and enforce those provisions directly against you on its own behalf.

5.Term; Termination.

This Agreement may be terminated by either party without notice at any time for any reason. The provisions of paragraphs 1 (Copyright, Licenses and Idea Submissions), 2 (Use of the Service), 3 (Indemnification), 4 (Third Party Rights) and 6 (Miscellaneous) shall survive any termination of this Agreement.

6.Miscellaneous.

This Agreement shall all be governed and construed in accordance with the laws of PACITAN, INDONESIA applicable to agreements made and to be performed in PACITAN, INDONESIA. You agree that any legal action or proceeding between NURHAYATI MUALIF BLOG and you for any purpose concerning this Agreement or the parties' obligations hereunder shall be brought exclusively in a federal or state court of competent jurisdiction sitting in PACITAN, INDONESIA . Any cause of action or claim you may have with respect to the Service must be commenced within one (1) year after the claim or cause of action arises or such claim or cause of action is barred. NURHAYATI MUALIF BLOG's failure to insist upon or enforce strict performance of any provision of this Agreement shall not be construed as a waiver of any provision or right. Neither the course of conduct between the parties nor trade practice shall act to modify any provision of this Agreement. NURHAYATI MUALIF BLOG may assign its rights and duties under this Agreement to any party at any time without notice to you.

Any rights not expressly granted herein are reserved.

CONTACT US
NURHAYATI MUALIF BLOG.

ASSALAMUALAIKUM WAROHMATULLAHI WABARAKATUH
SALAM PERSAHABATAN DAN TERIMA KASIH
ATAS KUNJUNGANNYA

Jenis Kelamin
Wanita
Asal
Pacitan, Jawa Timur
Jabatan
Pendidik dan Operator Sekolah
Rumah
Pacitan Jawa Timur
Link
Tentang Saya
Aku bukan siapa-siapa
Minat
Science & Technology
Film Favorit
Tom and Jerry
Hobby
Membaca
Buku Favorit
Enid Blyton, Harun Yahya

Demikian, semoga bermanfaat.
Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

MKRdezign

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget