September 2014

Spermatophyta (tumbuhan biji) merupakan kelompok tumbuhan yang menguasai permukaan bumi dari yang berukuran kecil hingga berukuran pohon raksasa. Mengapa tumbuhan ini dapat berkembangbiak dengan pesat diseluruh bioma dengan kondisi iklim yang berbeda? Perlu diketahui bahwa Spermatophyta merupakan salah satu divisi terbesar dari dunia plantae yang terbagi menjadi dua sub divisi yaitu Angiospermae (tumbuhan berbiji tertutup) dan Gymnospermae (tumbuhan berbiji terbuka).
PENYERBUKAN PADA TUMBUHAN
Pada tumbuhan spermatopyta perkembangbiakan terjadi melalui dua peristiwa yaitu penyerbukan dan pembuahan. Berdasarkan faktor penyebab sampainya serbuk sari pada kepala putik dapat dibedakan menjadi empat macam, yaitu anemogami, hidrogami, zoidiogami dan antropogami.


Anemogami adalah sampainya ser buk sari pada kepala putik dengan perantara angin. Umumnya bunga yang penyerbukannya secara anemogami mempunyai kriteria sebagai berikut;
a. struktur bunga sederhana
b. serbuk sari banyak, ringan, kecil, dan kering
c. bunga tidak berbau
d. struktur bunga sederhana, tidak berwarna menarik
e. benang sari bertangkai panjang
f. putik melekat di tengah, membentuk permukaan yang mudah menangkap serbuk sari dengan bentuk spiral atau pensil


Hidrogami adalah sampainya ser buk sari pada kepala putik dengan perantara air. Hidrogami terjadi pada tumbuhan yang hidup di air seperti teratai, eceng gondok dan hydrilla.


Zoidiogami adalah sampainya ser buk sari pada kepala putik dengan perantara hewan.
a. Entomogami
Entomogami adalah sampainya ser buk sari pada kepala putik dengan perantara serangga. Umumnya bunga yang penyerbukannya secara Entomogami mempunyai kriteria sebagai berikut;
1) bunga menghasilkan madu
2) mahkota berwarna cerah
3) kepala sari bersatu di dasar bunga
4) serbuk sari sedikit, besar, dan lengket
5) putik kecil dan lengket
6) bunga berbau
7) mahkota sebagai landasan terbang serangga

b. Ornitogami
Ornitogami adalah sampainya ser buk sari pada kepala putik dengan perantara burung. Umumnya bunga yang penyerbukannya secara Ornitogami mempunyai kriteria sebagai berikut;
1) bunga mengandung madu dan air
2) kelopak atau mahkota berwarna merah dan besar
3) bunga berbentuk tabung dan sempit

c. Kiropterogami
Kiropterogami adalah sampainya ser buk sari pada kepala putik dengan perantara kelelawar. Umumnya bunga yang penyerbukannya secara Kiropterogami mempunyai kriteria sebagai berikut;
1) bunga berukuran besar
2) bunga terletak di tempat terbuka
3) bunga berwarna cerah
4) bunga mekar di malam hari

d. Malakogami
Zoidiogami adalah sampainya ser buk sari pada kepala putik dengan perantara siput. Umumnya bunga yang penyerbukannya secara Malakogami mempunyai kriteria sebagai berikut;
1) bunga terletak di tempat tersembunyi
2) bunga berbentuk memanjang tanpa mahkota
3) bunga mempunyai putik yang tersembunyi dalam kelopak


Antropogami adalah sampainya ser buk sari pada kepala putik dengan perantara manusia. Umumnya bunga yang penyerbukannya secara Antropogami mempunyai kriteria sebagai berikut;
a. bunga tidak dapat melakukan penyerbukan sendiri
b. tanaman tersebut mempunyai nilai ekonomis yang tinggi
c. manusia ingin menghasilkan varietas-varietas baru melalui persilangan buatan

Adaptasi Hewan untuk Bertahan Hidup.
Adaptasi Hewan untuk Bertahan Hidup

Salah satu ciri makhluk hidup adalah mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan hidupnya yang disebut adaptasi. Ada 3 macam adaptasi yaitu :

1. Adaptasi morfologi 
Adaptasi morfologi adalah penyesuaian pada organ tubuh yang disesuaikan dengan kebutuhan organisme hidup. Misalnya seperti gigi singa, harimau, citah, macan, dan sebagainya yang runcing dan tajam untuk makan daging. Sedangkan pada gigi sapi, kambing, kerbau, biri-biri, domba dan lain sebagainya tidak runcing dan tajam karena giginya lebih banyak dipakai untuk memotong rumput atau daun dan mengunyah makanan.

2. Adaptasi Fisiologi
Adaptasi fisiologi adalah penyesuaian yang dipengaruhi oleh lingkungan sekitar yang menyebabkan adanya penyesuaian pada alat-alat tubuh untuk mempertahankan hidup dengan baik. Contoh adapatasi fisiologis adalah seperti pada binatang / hewan onta yang punya kantung air di punuknya untuk menyimpan air agar tahan tidak minum di padang pasir dalam jangka waktu yang lama serta pada anjing laut yang memiliki lapisan lemak yang tebal untuk bertahan di daerah dingin.

3. Adaptasi Tingkah Laku
Adaptasi tingkah laku adalah penyesuaian mahkluk hidup pada tingkah laku / perilaku terhadap lingkungannya seperti pada binatang bunglon yang dapat berubah warna kulit sesuai dengan warna yang ada di lingkungan sekitarnya dengan tujuan untuk menyembunyikan diri.

Dari ketiga macam adaptasi di atas memiliki fungsi yang sama yaitu untuk bertahan hidup dalam mencari atau mendapatkan makanan dan bertahan hidup dari serangan musuh. Berikut ini adalah contoh cara beberapa hewan dalam betahan hidup dari serangan musuh :
  • Bunglon mengubah warna tubuhnya atau dinamakan juga memikri. Warna tubuh bunglon akan sesuai dengan warna disekitarnya yang bertujuan untuk menipu musuh.
  • Kura-kura menyembunyikan kepala dan kakinya dalam tempurung tubuhnya yang sangat keras.
  • Ular menggunakan bisanya yang sangat berbahaya untuk membunuh mangsanya dan menakuti lawannya.
  • Cumi-cumi dan gurita menyemburkan cairan tinta berwarna hitam dari kantong tinta yang dimilikinya dari dalam tubuhnya.
  • Kalajengking menggunakan sengatnya yang mematikan untuk melawan musuh.
  • Cicak memutuskan ekornya atau autotomi untuk menipu musuhnya.
  • Buaya dengan mulutnya yang penuh dengan gigi tajam dan ekornya yang kuat.
  • Belalang kayu yang mirip dengan lingkungannya.
  • Belalang sangit akan mengeluarkan bau yang menyengat bila akan ditangkap atau menghadapi suatu bahaya.
  • Tubuh trenggiling terbalut oleh sisik yang tebal dan keras. Bila dalam keadaan terancam, akan cepat-cepat menggulungkan tubuhnya mebenbentuk seperti bola.
  • Warna kupu-kupu biasanya sesuai dengan warna bunga-bunga disekitarnya.

Karakteristik metodologi penelitian secara jelas akan mewarnai setiap langkah kegiatan dalam pelaksanaan penelitian. Kurangnya pemahaman peneliti terhadap karakteristik metodologi tersebut dapat berakibat terhadap rendahnya kualitas penelitian yang dilakukan. Beberapa karakteristik penelitian kualitatif yang menonjol, antara lain sebagai berikut :
Karakteristik Penelitian Kualitatif
Pada umumnya penelitian kualitatif mengarahkan kegiatannya pada masalah kekinian. Subjek peristiwa yang diteliti bukan masa lampau seperti dalam penelitian sejarah. Dengan demikian penelitian kualitatif bersifat empirik dengan sasaran penelitiannya yang berupa beragam permasalahan yang terjadi di masa kini.

Topik penelitian kualitatif diarahkan pada kondisi asli apa adanya, sesuai dengan di mana, dan kapan subjek penelitian berada. Dengan demikian sasaran penelitian berada dalam posisi kondisi asli seperti apa adanya secara alami tanpa rekayasa penelitian.

Penelitian Kualitatif memandang berbagai masalah selalu berada dalam kesatuannya tidak terlepas dari kondisi yang lain yang menyatu dalam suatu konteks. Berbagai variable yang dikaji tidak bisa dipahami secara terpisah dari posisi keterkaitanya dalam suatu konteks keseluruhan.

Penelitian kualitatif memusatkan pada kegiatan ontologis, sehingga data yang dikumpulkan terutama berupa kata kata, kalimat atau gambar memiliki makna yang lebih nyata daripada sekedar angka atau frekuensi.

Penelitian kualitatif menekankan pada analisis induktif. Data yang dikumpulkan bukan dimaksudkan untuk mendukung atau menolak hipotesis penelitian, tetapi abstraksi disusun sebagai kekhususan yang telah terkumpul dan dikelompokkan melalui proses pengumpulan data yang dilakukan secara teliti.

Dalam penelitian kualitatif, desain disusun secara lentur dan terbuka disesuaika n dengan kondisi sebenarnya yang dijumpai di lapangan. Penelitian tidak menerima desain yang ditentukan secara apriori karena tidak tepat dalam menghadapi realitas dari berbagai masalah yang sebelumnya tidak diketahui.

Berbagai alat pengumpulan data dapat dimanfaatkan sebagai peralatan penunjang dalam penelitian kualitatif , namun demikian , alat penelitian utamanya tetaplah peneliti sendiri.

Mengingat bahwa penelitian kualitatif tidak ada tujuan untuk melakukan generalisasi, maka penarikan sampel dilakukan dengan teknik cuplikan yang bersifat purposive.

Peneliti memusatkan dirinya pada participant perspektive. Dengan demikian dapat dihindari perumusan makna mengenai sesuatu di dlaam konteksnya yang berdasarkan pandangan hanya dari penelitnya sendiri.

laporan penelitian kualitatif cenderung untuk menggunakan model laporan studi kasus, karena lebih sesuai bagi penyajian realitas multiperspektif dengan kekayaan deskripsinya.

LIRIK LAGU CINTA UNTUK MAMA

Selamat malam sahabat, sekarang saya akan share Lirik Lagu Cinta Untuk Mama yang di nyanyikan oleh Kenny. Lagu ini yang menjadi backsound Blog Nurhayati Mualif. Nah ini dia lirik lagunya.


Apa yang kuberikan untuk mama
Untuk mama tersayang
Tak kumiliki sesuatu berharga
Untuk mama tercinta

Reff :
Hanya ini kunyanyikan
Senandung dari hatiku untuk mama
Hanya sebuah lagu sederhana
Lagu cintaku untuk mama

Back to *, Reff
Walau tak dapat selalu ku ungkapkan
Kata cintaku 'tuk mama
Namun dengarlah hatiku berkata
Sungguh kusayang padamu mama

Back to Reff
Oh.................Back to Reff 2x
Lagu cintaku untuk mama...

Lihat Videonya DI SINI

MKRdezign

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget